Hingga Oktober, Penjualan Mobil Toyota dan Isuzu Meningkat

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Pingit Aria

7/12/2017, 10.00 WIB

Sementara tren penjualan sepeda motor Honda cenderung menurun.

GIIAS 2017
Arief Kamaludin|KATADATA
Stand pamer mobil Toyota di ajang GIIAS 2017, Kamis, (10/08)

Membaiknya kondisi ekonomi juga diikuti pertumbuhan penjualan beberapa pabrikan mobil Grup Astra. Toyota dan Isuzu mencatatkan pertumbuhan penjualan tahun ini.

Penjualan Toyota selama Januari hingga Oktober 2017 tumbuh 3,1% menjadi 318.829 unit. PR Manager PT Toyota Astra Motor Rouli Sijabat menyatakan, pertumbuhan pasar otomotif saat ini mencapai 2,7% atau setara 898.587 unit apabila dibandingkan tahun lalu.

"Kami bersyukur tetap terjaga meski tahun ini banyak tantangan," ujarnya di hotel Wujil, Semarang, Rabu (6/12).

Dia mengatakan, dua segmen kendaraan yang mengalami pertumbuhan penjualan adalah MPV yang naik 9,4% dari periode yang sama tahun lalu. Sedangkan mobil komersil juga tumbuh 14,5% dari 2016. "Pertumbuhan positif mobil komersial karena perbaikan di pasar komoditas seperti batu bara dan kelapa sawit," kata Rouli.

(Baca juga: Industri Otomotif Butuh Tambahan Pasokan Baja)

Pertumbuhan ini utamanya terlihat di daerah penghasil komoditas. Rouli menjelaskan penjualan mobil pick up di pulau Kalimantan bisa tumbuh 27%. Angka ini diikuti dengan 21,5% di Sumatera serta 14% di pulau Sulawesi. "Sedangkan untuk Jakarta memcapai 11,7%," kata Rouli.

Sedangkan maraknya pembangunan proyek infrastruktur telah mendongkrak penjualan Isuzu selama Januari hingga Oktober 2017 dari periode yang sama tahun lalu.

General Manager PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Attias Asril menyatakan, tahun lalu Isuzu hanya mampu mencetak penjualan 12.876 unit kendaraan. Sedangkan volume penjualan tahun ini bisa mencapai 15.919 unit. "Signifikan (tumbuh) di semester II ini," ujarnya.

(Baca: Otomotif dan Komoditas Dongkrak Laba Kuartal I Astra 63 Persen)

Hanya, Astra Honda Motor tetap menahan produksi motor paling tidak 4,4 hingga 4,5 juta tahun ini. Sebab, penjualan sepeda motor secara keseluruhan turun hingga 5,8 juta unit pada tahun lalu.

Production, Engineering, and Procurement Director AHM David Budianto menyebut, penurunan pangsa sepeda motor selama tiga tahun terakhir lantaran harga komoditas yang anjlok beberapa waktu ke belakang.

Dari data AHM, penjualan sepeda motor lima pabrikan besar mencapai 7,9 juta unit pada 2014. Angka tersebut terus terus turun hingga 6,5 juta pada 2015, 5,9 juta pada tahun ini, serta diprediksi 5,8 juta akhir tahun. "Tapi pangsa pasar kami naik dari 73,9% tahun lalu menjadi 74,6% pada tahun ini," kata dia.

Reporter: Ameidyo Daud

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan