Kementerian ESDM Siapkan Surat Revisi Porsi Total-Inpex di Mahakam

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

7/12/2017, 13.08 WIB

“Sekarang ada di Sekretaris Jenderal. Revisi naik menjadi 39%,” kata Arcandra Tahar.

BLOK MAHAKAM
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Suasana pengeboran sumur di masa transisi alih kelola ke PT Pertamina Hulu Mahakam, di RIG Maera, South Tunu, Blok Mahakam, Kalimantan Timur, Senin (7/8).

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mempersiapkan surat keputusan revisi porsi Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation di Blok Mahakam. Jadi, nantinya kedua kontraktor tersebut bisa memperoleh hak kelola 39%, dari sebelumnya 30%.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan surat revisi itu masih berada di Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM. “Sekarang ada di Sekretaris Jenderal. Revisi naik menjadi 39%,” kata dia di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (6/12).  

Revisi ini memang penting karena Sudirman Said, ketika menjadi Menteri ESDM sebelumnya mengeluarkan surat keputusan yang menyatakan kalau Total dan Inpex maksimal mendapatkan 30% hak kelola Blok Mahakam. Namun, dalam perjalanannya, Menteri ESDM Ignasius Jonan pengganti Sudirman, membuka peluang bagi Total dan Inpex untuk mendapatkan hak kelola Blok Mahakam hingga 39%.

Di sisi lain, PT Pertamina (Persero) masih mempelajari peluang penambahan hak kelola Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation di Blok Mahakam setelah kontrak tersebut berakhir tahun ini. Jika disetujui semua pihak maka dua kontraktor minyak dan gas bumi (migas) asing itu berpeluang mendapatkan hak kelola sebesar 39%, dari sebelumnya hanya 30%.

Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Pertamina Gigih Prakoso mengatakan perusahaannya sedang membahas bersama Total dan Inpex terkait pengelolaan di Blok Mahakam setelah kontrak berakhir. Salah satu pembahasannya adalah peluang bertambahnya jatah hak kelola Total dan Inpex di blok tersebut menjadi 39%.

Meski begitu, Gigih mengaku Pertamina belum mengirimkan surat permohonan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) perihal revisi penambahan jumlah hak kelola untuk Total dan Inpex menjadi sebesar 39%. “Kami lagi menunggu dan saat ini secara paralel diskusi juga berjalan,” katanya di Jakarta, Senin (4/12)

Kontrak Blok Mahakam akan berakhir 31 Desember 2017 nanti. Adapun, pemerintah telah menyerahkan 100% hak kelola kepada PT Pertamina (Persero). Namun, nantinya perusahaan pelat merah itu membaginya ke pemerintah daerah sebesar 10%.

Selain itu, Pertamina dan Total dan Inpex sudah  membahas mengenai valuasi aset. Valuasi ini nantinya digunakan untuk mengetahui besaran biaya yang dibayarkan kedua kontraktor tersebut kepada Pertamina agar mendapatkan hak kelola di Blok Mahakam.

Menurut Gigih, Pertamina sudah memiliki angka mengenai valuasi aset tersebut, walaupun belum sepenuhnya data mengenai Blok Mahakam dipegang. Hanya, angka itu belum bisa disampaikan kepada publik.

Pertamina juga masih menunggu besaran nilai valuasi yang ditawarkan oleh Total dan Inpex untuk mendapatkan hak kelola itu. Adapun pembahasan mengenai kelanjutan Blok Mahakam akan dilakukan pekan depan.  “Dari mereka kan belum beri berapa angkanya. Namun mereka sudah mau masuk,” ujar Gigih.

Sementara itu, tahun 2018, Pertamina menargetkan produksi gas sebesar 1.100 juta kaki kubik per hari (mmscfd). Padahal target produksi gas Mahakam tahun ini sesuai rencana kerja dan anggaran yang sudah direvisi sebesar 1.309 mmscfd. Adapun sejak awal tahun hingga September 2017 telah mencapai 1.223 mmscfd.

(Baca: Pertamina Jadi Operator Blok Mahakam, Produksi Ditarget Lebih Rendah)

Adapun, target produksi minyak dan kondensat tahun depan sebesar 48 ribu barel per hari (bph). Sedangkan produksi minyak dan kondensat tahun ini dipatok 51.200 bph. Realisasi produksi minyak dan kondensat di Mahakam selama sembilan bulan terakhir sebesar 50 ribu bph. 

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan