Setelah resmi menjabat sebagai Panglima TNI, Hadi berjanji akan menjaga netralitas, khususnya saat Pilkada 2018 dan Pilpres 2019.
KSAU TNI Marsekal Hadi Tjahjanto
KSAU TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kanan) meninjau Pameran Dirgantara 2017 di Terminal Selatan, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (20/4). ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui pencalonan Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI dalam rapat paripurna, Kamis (7/12). Persetujuan itu diambil setelah disampaikannya laporan Komisi I DPR terkait uji kelayakan dan kepatutan terhadap Hadi yang dilakukan Rabu (6/12).

Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari mengatakan, telah memberikan persetujuan terhadap pengangkatan Hadi sebagai Panglima TNI. Keputusan diambil setelah mendengarkan visi misi Hadi, mendalami, serta mempertimbangkan pandangan fraksi dan anggota Komisi I DPR terhadap calon Panglima TNI sesuai ketentuan Pasal 279 ayat (1) Tata Tertib DPR.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

"Dengan cara musyawarah dan mufakat, maka Komisi DPR RI memutuskan memberikan persetujuan terhadap pengangkatan calon Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI," kata Abdul.

(Baca: Jokowi Tunggu Surat DPR untuk Lantik Hadi dan Berhentikan Gatot)

Selain itu, Abdul juga mengatakan telah menyetujui pemberhentian dengan hormat Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI. Dia pun memberikan apresiasi atas dedikasi, kesungguhan, profesionalisme, kecakapan memimpin TNI, serta kinerja yang dicapai sebagai Panglima TNI.

"Kami harapkan semoga capaian-capaian positif beliau dilanjutkan dan dikembangkan oleh Panglima TNI berikutnya," kata Abdul.

Abdul pun berharap rapat paripurna dapat menetapkan persetujuan bagi Hadi. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPR Fadli Zon sebagai pemimpin rapat paripurna meminta persetujuan kepada anggota dewan atas laporan tersebut. Forum pun menyetujui usulan tersebut.

Fadli pun mengundang Hadi untuk maju setelah forum menyetujui penetapannya sebagai Panglima TNI. "Kami perkenalkan calon Panglima TNI terpilih yang telah ditetapkan dalam rapat paripurna hari ini, yaitu saudara Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Kepada calon Panglima TNI terpilih dipersilakan maju ke depan meja pimpinan," kata Fadli.

(Baca: Visi Misi Marsekal Hadi Bahas Ancaman Siber, Proxy War, dan Tiongkok)

Hadi menyatakan kelegaannya setelah pencalonannya disahkan dalam rapat paripurna. "Perasaan saya sudah plong, plongnya beban pertanggungjawaban yang diberikan kepada saya untuk melaksanakan fit and proper sudah selesai, tinggal hasilnya nanti akan kita tunggu," kata Hadi.

Nantinya setelah resmi menjabat sebagai Panglima TNI, Hadi berjanji akan menjaga netralitas, khususnya saat Pilkada 2018 dan Pilpres 2019. Hal itu, kata Hadi, akan dilakukan dengan memperkuat jati diri TNI.

"Sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara rasional, dan tentara provisional. Di sana disebutkan bahwa tentara tidak mengikuti politik praktis dan mengikuti kebijakan negara," kata Hadi.

(Baca: Jenderal Gatot Siap Berhenti sebagai Panglima TNI Sebelum Masa Pensiun)

Artikel Terkait
"Saya perintahkan jalur ganda dimulai pekerjaannya," kata Jokowi
Proyek bendungan ini kembali direncanakan pembangunannya saat Jokowi masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
"Dalam setiap helaan nafas diplomasi Indonesia ada keberpihakan terhadap Palestina," kata Jokowi