Marsekal Hadi Jadi Panglima, Jenderal Gatot Bertahan di Mabes TNI

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Yuliawati

8/12/2017, 19.53 WIB

Gatot Nurmantyo menyatakan dirinya masih tetap menjabat sebagai perwira tinggi TNI hingga dirinya pensiun pada Maret 2018.

Pelantikan Panglima TNI
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Mantan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kanan) bersama pejabat baru Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri) melakukan salam komando usai upacara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (8/12).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sore ini melantik Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI). Prosesi pelantikan Hadi diawali pembacaan surat Keputusan Presiden Nomor 83 TNI Tahun 2017 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Panglima TNI.

"Mengangkat Marsekal TNI Hadi Tjahjanto SIP. dengan NRP 509043 sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia," ujar Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara Cecep Sutiawan.

Setelah itu Presiden Jokowi kemudian menyematkan tanda pangkat di pundak Hadi, dan kemudian memimpin pengambilan sumpah jabatan atas Hadi. Selama pengambilan sumpah, seorang tokoh agama menaruh Al Quran di atas kepala Hadi.

"Saya bersumpah bahwa saya untuk diangkat pada jabatan ini tidak memberi atau menyanggupi akan memberikan sesuatu kepada siapapun juga," kata Jokowi ditirukan Hadi.

(Baca: Visi Misi Marsekal Hadi Bahas Ancaman Siber, Proxy War, dan Tiongkok)

Pelantikan ini dihadiri beberapa pejabat negara dan tokoh politik, seperti Wakil Presiden Jusuf Kalla, Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri, para pimpinan DPR RI dan MPR RI , termasuk Jenderal Gatot Nurmantyo.

Usai pelantikan, Gatot Nurmantyo menyatakan dirinya masih tetap menjabat sebagai perwira tinggi TNI hingga dirinya pensiun pada Maret 2018.  “Tidak akan pensiun dini,” kata Gatot.

Posisi Gatot yang akan menjadi bawahan Hadi, membuatnya enggan memberikan pesan kepada mantan Komandan Lapangan Udara Adi Soemarmo tersebut. "Jadi tidak etis saya beri nasihat ke pak Hadi." kata Gatot. 

(Baca: Jenderal Gatot Siap Berhenti sebagai Panglima TNI Sebelum Masa Pensiun)

Gatot pun menyatakan tak ada program yang perlu dilanjutkan Hadi. Sebab, berbagai program kegiatan Markas Besar TNI juga dibuat secara bersama-sama dengan Kepala Staf Angkatan.

Sedangkan Hadi mengatakan sejumlah langkah siap diambil dalam kapasitasnya sebagai Panglima TNI. Salah satu yang akan dilakukan adalah sinkronisasi kekuatan TNI dengan pembangunan nasional bersama Pemerintah. Dia menyebut ada beberapa daerah yang akan dikembangkan.

"Seperti Natuna, Tarakan, Morotai, Biak, Merauke, dan Selaru," kata dia.

Selain itu dia memastikan tetap akan ada pembaharuan alutsista TNI seperti termaktub dalam Rencana Strategi TNI kedua 2014 hingga 2019. Beberapa alutsista dimaksud adalah pesawat tempur, radar, hingga kapal selam.

"Itu yang sedang kami tunggu," kata dia. 

Ketika disinggung soal tahun politik, dia juga berjanji akan netral dan bekerja sama dengan Polri. Hal ini menurutnya sejalan dengan pesan Gatot bahwa TNI harus netral dalam helatan pesta demokrasi Indonesia yang akan datang.

"Netralitas yang akan dijaga di atas segala-galanya." kata dia.

Adapun Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan seorang Kepala Staf biasanya terpilih karena memiliki kualitas kepemimpinan yang mumpuni. "Tinggal bagaimana meningkatkan dari (memimpin) satu matra menjadi tiga (matra)," kata dia usai pelantikan.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan