Mundur dari Tim Pengacara, Fredrich Klaim Tak Bermasalah dengan Setnov

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Yuliawati

8/12/2017, 18.23 WIB

"Saya dengan Pak Setya Novanto 100% tidak ada masalah apapun," kata Fredrich.

Setnov Kecelakaan
ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Fredrich Yunandi menunjukkan foto Setya Novanto yang sedang dirawat di RS Medika Permata Hijau, Jakarta, Kamis (16/11).

Selain Otto Hasibuan, pengacara Fredrich Yunadi yang menjadi kuasa hukum bagi Setya Novanto juga mengundurkan diri. Fredrich mengundurkan diri bersamaan dengan Otto pada Jumat (8/12).

Fredrich mengatakan, dirinya bersama Otto mengundurkan diri sebagai kuasa hukum untuk perkara dugaan korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) yang menjerat Novanto. Selanjutnya, kasus tersebut akan ditangani oleh Maqdir Ismail.

"Untuk kasus yang disidik KPK ditangan rekan Maqdir, saya dan rekan Otto mengundurkan diri," kata Fredrich ketika dikonfirmasi, Jumat (8/12).

(Baca: Demi Jaga Integritas, Otto Hasibuan Mundur Sebagai Pengacara Setnov)

Menurut Fredrich, pengunduran dirinya bukan karena berselisih paham dengan Novanto. Namun ada hal yang tak bisa ia tangani dalam penanganan perkara sehingga memutuskan mengundurkan diri.

"Saya dengan Pak Setya Novanto 100% tidak ada masalah apapun," kata Fredrich.

Fredrich mengatakan, dirinya telah menyampaikan pengunduran diri kepada Novanto pada Kamis (8/12) bersama Otto. Novanto pun telah menerima keputusannya mengundurkan diri.

"Beliau terima, enggak ada masalah," kata Fredrich.  

Kendati, Fredrich menyebut masih akan menjadi kuasa hukum Novanto dalam perkara yang dilayangkan di Mahkamah Konstitusi dan Bareskrim Mabes Polri. Saat ini, kata Fredrich, masih ada tujuh laporan dan dua gugatan uji materi yang ia dampingi untuk Novanto.

"Kalau kasusnya di Bareskrim sama di Mahkamah Konstitusi itu tetap saya jalankan," kata Fredrich.(Baca: Pengacara Setnov Tolak Surat Penahanan dari KPK)

Otto Hasibuan sebelumnya mengundurkan diri sebagai kuasa hukum Setya Novanto karena tak ada kesepakatan yang jelas tentang tata cara penanganan perkara e-KTP.

"Saya sampaikan di antara kami tata caranya tidak ada kesepakatan. Maka saya menyatakan tidak akan meneruskan untuk menjadi kuasa hukum untuk di pengadilan," kata Otto.

Menurut Otto kesepakatan mengenai cara menangani perkara adalah hal yang penting. Otto menilai sebagai advokat dirinya harus dapat menegakkan hukum dengan cara yang baik.

Otto mengatakan, ketiadaan kesepakatan itu dapat menyulitkannya dalam memberikan suatu pembelaan terhadap Novanto. Selain itu juga akan berimbas buruk terhadap independensi, integritas, dan kemandiriannya sebagai seorang pengacara.

"Itu sebabnya saya katakan kalau umpamanya ada orang yang baik, pendeta, ulama dibela, tapi dengan cara suap itu salah juga. Jadi saya mengundurkan diri dari Setya Novanto karena harus menjaga independensi, integritas, dan kemandirian saya," kata Otto.

(Baca: Limpahkan Berkas Setnov ke PN Jakpus, KPK: Praperadilan Dapat Gugur)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan