Pertamina Tak Khawatirkan Kehadiran Elpiji Nusagaz Milik Afiliasi Vivo

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

Jum'at 8/12/2017, 18.16 WIB

"Jadi itu hal biasa, siapa pun yang masuk ya biasa-biasa saja. Tidak khawatir," kata Iskandar.

Tabung Gas Nusagaz
ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Model menunjukkan tabung gas elpiji Nusagas saat 'Soft Launching' Nusagas di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (30/11).

PT Pertamina (Persero) angkat bicara mengenai produk baru elpiji (Liquefied Petroleum Gas/LPG) yang dijual perusahaan afiliasi PT Vivo Energy Indonesia, PT Sierra Nusa Gas. Perusahaan pelat merah ini bahkan tidak khawatir bersaing dengan elpiji bermerek Nusagaz tersebut.

Direktur Pemasaran Pertamina Muchamad Iskandar mengatakan masuknya pemain baru dalam bisnis elpiji bukan lah hal baru. Sebelum Nusa Gas, ada PT Blue Gas Indonesia yang lebih dulu menjual elpiji bermerek BlueGaz. "Jadi itu hal biasa,  siapa pun yang masuk ya biasa-biasa saja. Tidak khawatir," kata dia di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (8/12).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Iskandar juga menganggap harga murah yang ditawarkan produk Nusagaz merupakan hal yang biasa. Ini karena sampai saat ini PT Pertamina (Persero) masih menjadi pemimpin pangsa pasar elpiji.

Atas dasar itu, pesaing Pertamina akan memberlakukan harga murah untuk bisa mendapatkan pangsa pasar. “Karena kami market leader, jadi Vivo selalu mengekor harga di bawah Pertamina. Itu hal biasa," kata Iskandar.

Corporate Communication Vivo Energy Indonesia Maldi Al-Jufrie pernah mengatakan harga Nusagaz per tabung untuk 4,5 kg sampai ke konsumen akhir mencapai Rp 25.500. Kemudian 8 kg Rp 56.000. Untuk 15 kg mencapai Rp 110 ribu dan 69 kg harganya Rp 460 ribu. “Itu harga di luar tabung. Konsepnya kami tidak memberatkan masyarakat," ujar Maldi.

Produk Nusagaz memang berbeda dengan elpiji yang beredar saat ini di masyarakat. Komponen Nusagas memiliki spesifikasi 80% propane dan 20% butane. Sedangkan elpiji yang ada saat ini komposisi propane sebesar 42% dan butane 58%.

Adapun jenis yang akan dijual terdiri dari 4,5 kilogram (kg), 8 kg, 15 kg dan 60 kg. “Sebelum akhir tahun akan diluncurkan,” kata dia di Jakarta, Jumat (24/11). (Baca: Sierra Nusa Gas Siap Ramaikan Bisnis Elpiji di Indonesia)

Untuk tahap awal penjualan akan dilakukan di Jawa bagian Timur. Sistem penjualan akan melalui sistem toko ke toko.