Pertama Kali, ADB Terbitkan Obligasi Rupiah di Pasar Global

Penulis: Desy Setyowati

Editor: Yuliawati

9/12/2017, 06.31 WIB

Hasil penjualan akan digunakan untuk mendukung pinjaman yang diterbitkan ADB dalam mata uang rupiah.

ADB
Arief Kamaludin | Katadata
Paparan Ekonomi ADB Tengah Tahun di Jakarta, Selasa, (07/07).

Asian Development Bank (ADB) untuk pertama kalinya menerbitkan surat utang atau obligasi berdenominasi rupiah di pasar global.  Dari penerbitan tersebut, ADB berhasil mengumpulkan dana sebanyak Rp 1 triliun atau sekitar US$ 74 juta.

Dikutip dari laman ADB, obligasi tersebut ditawarkan dengan kupon tetap selama 11 tahun yang akan jatuh tempo pada Desember 2028. Obligasi ini dijual dengan kupon setengah tahunan sebesar 6,30%.

"Transaksi ini merupakan penerbitan obligasi pertama dari ADB," kata Bendahara ADB Pierre Van Peteghem sebagaimana dikutip dari laman ADB di Manila, Filipina, Jumat (8/12). (Baca: Bank Pembangunan Asia Sebut Prospek Ekonomi Indonesia Menguat)

Hasil penjualan akan digunakan untuk mendukung pinjaman yang diterbitkan ADB dalam mata uang rupiah di Indonesia.

"Ini kesempatan pertama bagi ADB untuk meningkatkan dana rupiah Indonesia guna mendukung pinjaman mata uang lokal dalam mata uang yang sama," ujar Pierre. "Pertumbuhan pasar obligasi mata uang lokal sangat penting bagi negara-negara berkembang di Asia."

Pada 2016 lalu ADB memberikan pinjaman kepada pemerintah (sovereign loan) senilai US$ 1,256 miliar dan non sovereign loan US$ 470 juta untuk Indonesia.

Rencana ke depan, ADB berkomitmen untuk memperdalam pasar obligasi berdenominasi rupiah. Juga memperpanjang tenor dan mendiversifikasi penerbitan obligasi dengan mata uang lokal yang tersedia untuk mendukung operasi pinjaman. "Kami sangat senang saat ini meluas ke rupiah Indonesia," tutur dia.

(Baca: Utang dari ADB Rp 26 Triliun untuk Infrastruktur Bisa Cair Mei)

Direktur Strategis dan Portofolio Utang Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR ) Kemenkeu Scenaider Clasein H. Siahaan mengatakan, penerbitan obligasi pertama oleh ADB dalam mata uang rupiah ini merupakan langkah penting dalam memperkuat diversifikasi instrumen pembiayaan infrastruktur. Juga untuk mendorong perkembangan pasar modal Indonesia.

"Obligasi tersebut, dalam mata uang rupiah. Namun dilunasi dalam dolar Amerika Serikat (AS) ditanggung oleh JP Morgan sebagai lead manager tunggal," kata dia.

Rencana ADB menerbitkan obligasi dalam mata uang rupiah sejak 2009 silam. Namun, Agus Martowardojo yang saat menjabat sebagai menteri keuangan belum memberikan lampu hijau. Alasannya ketika itu pemerintah ingin membuat system treasury management dan system asset ability management yang lebih baik terlebih dulu.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan