BCA Prediksi Pertumbuhan Kredit Capai 10% Tahun Ini

Penulis: Miftah Ardhian

Editor: Safrezi Fitra

11/12/2017, 19.56 WIB

Jahja memperkirakan akan ada penarikan kredit dalam jumlah besar di akhir tahun.

Bank BCA
Arief Kamaludin (Katadata)

PT Bank Central Asia Tbk terus menggenjot penyaluran kredit di sisa akhir tahun 2017 ini. Perbankan swasta nasional ini menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 10 persen hingga akhir tahun ini. Segmentasi kredit korporasi akan menjadi pendongkraknya.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan perusahaannya terus berupaya untuk menyalurkan kredit di sisa kurang dari satu bulan tahun ini. Dia memperkirakan akan ada penarikan kredit dalam jumlah besar di akhir tahun. Hal ini akan menjadi faktor pendorong pertumbuhan kredit milik BCA tahun ini.

"Sampai akhir tahun kami harapkan pertumbuhan kredit bisa mencapai 9,5-10 persen, sesuai dengan Rencana Bisnis Bank (RBB) BCA," ujar Jahja saat ditemui di Menara BCA, Jakarta, Senin (11/12). (Baca: Pertumbuhan Kredit Perbankan Hingga Oktober Tembus 8,18%)

Menurut Jahja, salah satu segmen yang akan mendongkrak pertumbuhan kredit BCA adalah dari korporasi, terutama di sektor infrastruktur. Dia menyebutkan salah satu proyek tersebut adalah pembangunan kereta ringan (Light Rail Transit/LRT) Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodebek).

"Kalau segmen ritel dan usaha kecil dan menengah (UKM) biasa saja. Kalau korporasi memang banyak kebutuhan," ujar Jahja.

Hingga akhir tahun ini, Jahja memastikan BCA tidak akan menaikan atau menurunkan bunga kreditnya. Terlebih lagi, suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) masih belum terlihat perubahannya. Sehingga, belum ada langkah antisipasi yang dilakukan oleh BCA.

(Baca: Empat Langkah BI Dorong Kredit Tumbuh 10-12% Tahun Depan)

Untuk tahun depan, BCA masih akan mengandalkan pendapatan dari penyaluran kredit ini untuk bisa menorehkan pertumbuhan kinerja keuangannya. Sementara, pendapatan dari fee base income tidak menjadi prioritasnya. Alasannya, jika pendapatan ini sudah bisa menutup biaya atau cost yang harus di keluarkan, maka hal tersebut sudah cukup baik bagi bisnis BCA.

Jahja mengakui memang terdapat Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) yang diharapkan bisa menggenjot volume transaksi untuk meningkatkan fee based income. Namun, hal tersebut tidak serta merta terjadi di tahun depan. Alasannya, butuh waktu untuk mengganti jutaan kartu debit yang telah tersebar saat ini. 

"Jadi kenaikannya tidak bisa serta merta langsung tinggi. Butuh waktu lah," ujarnya.

Selain itu, Jahja memastikan BCA tidak akan banyak melakukan restrukturisasi kredit pada tahun depan, melainkan hanya meneruskan yang sudah ada. Alasannya, kinerja perusahaan sudah akan membaik seiring dengan perbaikan kondisi perekonomian. Saat ini, angka rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) pun sudah terlihat landai, belum ada peningkatan yang signifikan. 

(Baca: Penyaluran KUR 85,6% dari Target, Rasio Kredit Bermasalahnya 0,21%)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan