BI Catat Inflasi Pekan I Desember Melejit 0,4% Akibat Harga Pangan

Penulis: Desy Setyowati

Editor: Yuliawati

11/12/2017, 11.19 WIB

Produksi tanaman yang terganggu bencana alam menyebabkan pasokan pangan berkurang dan menyebabkan inflasi.

inflasi
Arief Kamaludin|KATADATA
Harga pokok pangan yang naik menyebabkan inflasi Desember diperkirakan 0,4-0,5%.

Berdasarkan survei pemantauan harga yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI), inflasi pekan pertama Desember 2017 mencapai 0,41%. Inflasi pada awal Desember ini lebih tinggi dari inflasi sepanjang November sebesar 0,2%.

Penyebab kenaikan inflasi karena dipengaruhi kenaikan harga pangan. "Angka sementara survei pemantauan harga, minggu pertama Desember 0,41% (month to month/mtm)," kata Asisten Gubernur BI Dody Budi Waluyo kepada Katadata akhir pekan lalu.

Kelompok pangan yang mengalami kenaikan di antaranya cabai merah, daging ayam, dan telur ayam. (Baca: Cuaca Ekstrem Kerek Harga Pangan, Inflasi November Capai 0,20%)

Sementara itu, Ekonom Bank Permata Josua Pardede memproyeksikan inflasi sepanjang Desember mencapai 0,4-0,5%. Meski tergolong tinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya, menurut dia kisaran inflasi 0,4-0,5% pada Desember masih bisa ditangani.

"Tahun lalu pun kami lihat inflasi cukup managable di akhir tahun, yang sebesar 0,24%," tutur Josua.

Joshua mengatakan curah hujan yang tinggi membuat produksi pangan menurun. Apalagi di beberapa wilayah juga mengalami bencana alam, sehingga produksi tanaman pangan di beberapa wilayah mengalami gangguan. 

"Contohnya yang bobotnya besar seperti beras, bawang merah dan bawang putih," kata dia. Belum lagi terakhir ini ada isu kelangkaan elpiji tiga kilogram (kg), yang diperkirakan akan mengerek harga di bulan Desember.

(Baca: Inflasi November Melonjak, Pemerintah Proyeksi Akhir Tahun Capai 3,1%)

Di samping itu musim liburan karena natal dan tahun baru akan membuat permintaan meningkat. "Di akhir tahun juga ada liburan dan permintaan komoditas naik. Didorong belanja fashion dan administered prices, ada kenaikan pangan juga," kata dia.

Joshua memperkirakan sepanjang tahun ini inflasi masih sesuai target pemerintah sekitar 3-3,5%.

Pada November lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada bulan November 2017 sebesar 0,20% yang dipicu kenaikan kenaikan harga pangan. Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, cabai merah, beras, dan bawang merah, masing-masing memberikan andil inflasi sebesar 0,06%, 0,03%, dan 0,02%. Ketiganya merupakan kontributor inflasi terbesar dalam kelompok bahan makanan.

(Baca juga:  Kemendag Waspadai Dampak Bencana Terhadap Inflasi)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan