Ekspansi Pelabuhan, Pelindo II Bentuk Perusahaan Investasi

Penulis: Miftah Ardhian

Editor: Safrezi Fitra

11/12/2017, 14.05 WIB

Tujuannya dalam rangka optimalisasi pengelolaan keuangan di Pelindo II Group, termasuk dalam hal ini optimalisasi pencarian dana maupun investasi

Pelabuhan
Arief Kamaludin | Katadata

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) membentuk anak baru yang bergerak khusus di bidang investasi khususnya kepelabuhan, dengan nama PT Pelabuhan Indonesia Investama (PII). Pendirian anak usaha ke-17 ini ditujukan untuk mengelola keuangan Pelindo Group dan membantu ekspansi anorganik perusahaan pelat merah tersebut.

Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya menjelaskan perusahaannya memiliki 99 persen saham anak usaha barunya ini. Sedangkan, 1 persen sisanya dimiliki oleh PT Multi Terminal Indonesia yang juga merupakan salah satu anak perusahaan Pelindo II. Adapun modal disetor untuk pembentukan PII ini adalah sebesar Rp 1,5 triliun.

"Tujuannya dalam rangka optimalisasi pengelolaan keuangan di Pelindo II Group. Termasuk dalam hal ini optimalisasi pencarian dana maupun investasi," ujar Elvyn saat peluncuran anak usahanya tersebut, di Hotel Ritz-Charlton Pacific Place Jakarta, Senin (11/12).

(Baca: Pelindo IV Gandeng 4 BUMN Karya Berbisnis Properti)

Elvyn kembali menjelaskan PII merupakan investasi pertama di Indonesia yang memfokuskan diri pada bisnis kepelabuhanan. Kehadiran PII ini ditujukan untuk mengelola pendanaan pada anak perusahaan Pelindo II dan juga untuk mendukung pengembangan bisnis, peningkatan kapasitas, penguatan, pengelolaan risiko dan investasi.

Pelindo II menargetkan PII diproyeksikan dapat mengelola aset hingga Rp 11,7 triliun pada 2022, dengan tingkat pengembalian ekuitas atau Return on Equity (ROE) sebesar 16 persen per tahun. "Di lima tahun kedua diharapkan pengelolaan aset sudah sebesar Rp 21 triliun," ujar Elvyn.

Elvyn mengatakan saat ini PII sedang melakukan kajian untuk memperlebar sayap Pelindo II Group untuk melakukan ekspansi bisnis anorganik. Ekspansi ini tetap di sektor kepelabuhan seperti aktivitas terkait terminal dan logistik. Hingga saat ini, sudah ada 10 perusahaan yang akan diajak kerja sama menjadi bagian dari PII.

(Baca: Pemerintah Targetkan Hanya 10 dari 118 BUMN yang Rugi Tahun Ini)

Anak usaha Pelindo II yang baru ini bisa melakukan pencarian dananya secara mandiri. Beberapa hal yang akan dilakukan adalah penerbitan obligasi (bond), pinjaman dari pemegang saham (shareholder), pinjaman dari perusahaan afiliasi, dan pinjaman perbankan. Elvyn berharap dalam segi investasi, PII juga bisa mengajak kerja sama Pelindo I, III, dan IV.

Direktur Keuangan Pelindo II Iman Rachman mengatakan hal yang membedakan PII dengan anak usaha yang lain adalah investasi atau ekspansi anorganik yang akan dilakukan akan berbentuk minoritas. Sehingga, Pelindo II hanya akan bekerja sama dengan memiliki saham minoritas, bukan menjadikannya anak usaha baru dengan kepemilikan mayoritas.

Pendanaan awal Rp 1,5 triliun yang diterima PII, berasal dari penyertaan sebesar Rp 200 miliar dari Pelindo II. Sedangkan, sisanya berupa pinjaman pemegang saham. "Jadi, sisanya mereka berutang ke kami (Pelindo II)," ujarnya.

(Baca: Kembangkan Bisnis, Pelindo I Gandeng Belasan BUMN dan Swasta)

Sementara itu, Direktur Utama PII Randy Pangalila mengatakan perusahaannya tidak akan menjadi kompetitor perusahaan sekuritas, bank, atau perusahaan investasi lainnya. Alasannya, PII merupakan perusahaan pertama yang terbentuk namun hanya berfokus di sektor kepelabuhan. "Jadi PII adalah perusahaan investasi pertama di sektor pelabuhan, kami bukan kompetitor," ujarnya.

Reporter: Miftah Ardhian

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan