Situs E-Commerce Sempat Semaput, Harbolnas akan Cetak Rekor

Penulis: Michael Reily

Editor: Pingit Aria

12/12/2017, 20.17 WIB

Panitia Harbolnas memantau keluhan konsumen melalui media sosial.

Ilustrasi Harbolnas 2016
Arief Kamaludin|Katadata

Ketua Panitia Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2017 Achmad Alkatiri optimistis jumlah transaksi penjualan yang terjadi pada 12 Desember 2017 bakal memecahkan rekor. Optimisme itu didasari pada peningkatan trafik dan penjualan yang melampaui target pada capaian setengah hari.

"Sejauh ini perayaan Harbolnas sangat baik, setengah hari pertama dalam hal transaksi meningkat tinggi," kata Achmad di konferensi pers Harbolnas 2017, Selasa (12/12).

Achmad yang juga menjabat sebagai Chief Marketing Officer (CMO) Lazada Indonesia mengungkapkan, hingga pukul 14.00, Lazada telah mencapai 64% dari target transaksi. Namun, dia mengaku belum bisa memberikan hasil keseluruhan.

Menurutnya, riset data Harbolnas 2017 dilakukan oleh pihak Nielsen Indonesia. Sebanyak 254 e-commerce mengikuti Harbolnas pada tahun ini.

(Baca juga:  Kemenkeu Buat Aturan Pajak Impor Barang Digital dan Aplikasi)

Peningkatan trafik juga terus diwaspadai agar tidak ada laman toko online yang down hingga merugikan konsumen. Pantauan Katadata.co.id, situs Gramedia, MAP E-Mall sulit untuk diakses. Selain itu, Tokopedia dan Shopee sudah mengalami sedikit pelambatan koneksi siang tadi.

"Belajar dari tahun sebelumnya, pengawasan juga kami lakukan di media sosial," ujarnya.

Langkah ini dilakukan karena kebiasaan masyarakat melakukan pengaduan di media sosial. Selain itu, Achmad mengungkapkan telah bekerja sama dengan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) untuk mengantisipasi keluhan masyarakat.

Salah satunya adalah temuan cuitan diskon palsu yang langsung ditindaklanjuti secara cepat. "Kami ingin meminimalisasi sentimen negatif," ujar Achmad. 

Grafik: Jumlah e-Commerce yang Memeriahkan Hari Belanja Online Nasional 12/12 2017
Jumlah e-Commerce yang Memeriahkan Hari Belanja Online Nasional 12/12 2017

Achmad juga menyebutkan terjadi peningkatan atensi masyarakat sejak kolaborasi siaran televisi dengan penjualan online yang dilakukan Senin malam sebelum Harbolnas dimulai. Setiap segmen yang ada di tayangan dilakukan untuk mendorong penjualan. "Setelah tayangan televisi, terjadi peningkatan kunjungan di e-commerce," ujarnya.

(Baca juga:  Hindari Diskon Palsu, Ini Tips Belanja Cerdas Kala Harbolnas)

Data Nielsen juga menyebutkan, pada 2017, transaksi Harbolnas mencapai Rp 3,3 triliun. Dari keseluruhan transaksi belanja online, sekitar 70% terjadi pada 12 Desember 2016.

Marketing and Public Relations Midtrans Dira Yosefina Hartono mengungkapkan, pembayaran dalam transaksi belanja online masih dilakukan lewat transfer perbankan. Tercatat, pembayaran produk fashion via transfer yang terjadi lewat Midtrans mencapai 90% dari keseluruhan transaksi. Untuk gawai elektronik juga transfer lebih dari 50%.

"Dalam hari tersibuk di retail online, orang-orang masih menggunakan pembayaran via transfer perbankan," tutur Dira. Alasannya, pengguna kartu kredit di Indonesia baru mencapai 7 juta orang. Sehingga, akses masyarakat terhadap kartu kredit harus ditingkatkan.

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan