Tabungan Perumahan Rakyat Ditargetkan Mulai Efektif April 2018

Penulis: Miftah Ardhian

Editor: Safrezi Fitra

12/12/2017, 17.08 WIB

Dana yang dipungut untuk program tersebut sebesar 3 persen dari total gaji pokok per bulan, 2,5 persen dari pekerja dan sisanya dari pemberi kerja

KPR untuk Pekerja Informal
ANTARA FOTO/Seno
Warga berjalan di perumahan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bank BTN di Kelurahan Tegal Gede, Sumbersari, Jember, Jawa Timur, Kamis (9/3). Bank BTN menyasar para pekerja informal, seperti nelayan dan pedagang sebagai incaran untuk KPR karena tidak memiliki p

Pemerintah tengah berupaya untuk menyelesaikan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Aturan yang akan menjadi payung hukum dan tata laksana pengelolaan dana tabungan perumahan ini ditargetkan mulai efektif di tahun depan.

Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lana Winayanti menjelaskan program Tapera bertujuan agar pekerja memiliki tabungan untuk bisa memiliki rumah. Peserta Tapera tidak boleh lagi mendapatkan subsidi. Sehingga, pemerintah bisa menyisir pihak-pihak mana saja yang berhak mendapatkan subsidi.

(Baca: Modal Tapera Digodok, Pekerja Bisa Lebih Cepat Punya Rumah)

Lana mengatakan payung hukum pelaksanaan program Tapera ini akan diterbitkan dalam waktu dekat. Saat ini, RPP tersebut telah diedarkan ke berbagai kementerian terkait guna dimintakan paraf persetujuan. Selanjutnya, pemerintah akan mengkoordinasikan pembentukan Badan Pengelola (BP) Tapera yang ditargetkan bisa terbentuk pada 24 Maret 2018. 

"Mudah-mudahan April (dana sudah bisa ditarik), tetapi juga perlu melihat kesiapan BP Tapera yang harus menentukan bank kustodian dan manajer investasinya," ujar Lana saat ditemui di Menara BTN, Jakarta, Selasa (12/12).

Salah satu poin penting yang tertera dalam aturan ini adalah dana yang dipungut untuk program tersebut sebesar 3 persen dari total gaji pokok per bulannya. Rinciannya, 2,5 persen akan ditanggung oleh pekerja, dan 0,5 persen sisanya ditanggung oleh perusahaan atau pemberi kerja.

(Baca: Anies Akan Gandeng Program Sejuta Rumah Jokowi dengan DP 0 Rupiah)

Dia menjelaskan memang tidak semua perusahaan bisa langsung mengikuti program tersebut. Pada tahap awal, program ini akan diwajibkan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ada di seluruh Indonesia. Setelah itu, jajaran TNI, Polri, pegawai BUMN, dan BUMD. Bagi perusahaan swasta, pemerintah memberikan waktu selama 5 tahun untuk bisa mengikuti program ini. 

Meskipun diberikan waktu 5 tahun, kata Lana, perusahaan swasta diwajibkan mengikuti program ini setelah masa transisi berakhir. Artinya, pada tahun kelima setelah penetapan, seluruh pekerja formal akan memiliki Tapera. Pemerintah memperkirakan pada dua tahun awal pelaksanaan program ini bisa terkumpul dana hingga Rp 40 triliun.

Di sisi lain, pemerintah menyatakan tetap akan memberlakukan program subsidi rumah, seperti Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di tahun depan. Namun untuk 2019, besaran anggaran untuk dua program ini akan dikaji kembali karena adanya program Tapera tersebut.

"Karena kami harus mengalihkan subsidi ke yang bukan peserta Tapera," ujar Lana. (Baca: Kementerian PUPR Ajukan Rp 6 Triliun untuk Pembiayaan Rumah 2018)

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mengatakan tahun ini BTN hanya menggunakan program SSB dalam pemberian Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Meski begitu, bank pelat merah ini menyatakan tetap berkomitmen untuk menyalurkan SSB dan FLPP pada tahun depan. 

Secara umum Maryono menargetkan, BTN bisa memberikan KPR untuk 700.000 unit rumah pada 2018, naik dibandingkan dengan target tahun 2017 yang sebesar 666.000 unit rumah. Adapun, hingga akhir November 2017, BTN telah menyalurkan KPR untuk sekitar 570.000 unit rumah.

"Komposisinya nanti yang subsidi sekitar 60-70 persen tahun depan," ujarnya. (Baca: BTN Sebut Program Sejuta Rumah Terganjal Perizinan)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan