Temui Total di Prancis, Jonan Bahas Nasib Kontrak Blok Mahakam

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

12/12/2017, 19.35 WIB

Apabila tidak tercapai kesepakatan, Menteri ESDM menyampaikan kepada Total untuk tetap dapat melakukan investasi di Indonesia.

Jonan
ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

Jelang tenggat berakhirnya kontrak Blok Mahakam akhir tahun ini,  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyambangi kantor pusat Total E&P Indonesie di Prancis. Kedatangannya bersama perwakilan PT Pertamina (Persero) ini guna membahas nasib Blok Mahakam setelah kontrak berakhir.

Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam membenarkan adanya pembahasan Blok Mahakam dengan operator saat ini, yakni Total E&P Indonesie. Pertemuan yang juga dihadiri dirinya ini berlangsung Senin (11/12) lalu.

Pertemuan tersebut, menurut Syamsu berjalan sangat baik. ”Pada prinsipnya pak Menteri meminta Pertamina dan Total membahas secara business to business terkait dengan keinginan Total dan Inpex untuk berpartisipasi di Mahakam  setelah 2017,” kata Syamsu  kepada Katadata.co.id, Selasa (12/12).

Syamsu Alam mengatakan jika dalam pembahasan itu dicapai kesepakatan secara komersial, itu merupakan hal yang baik untuk semua pihak. Namun, apabila tidak tercapai kesepakatan, Menteri ESDM menyampaikan kepada Total untuk tetap dapat melakukan investasi di Indonesia.

Apalagi, kesempatan berinvestasi di Indonesia tidak hanya di Blok Mahakam. “Peluang bisnis di Indonesia masih terbuka lebar tidak hanya terbatas di Blok Mahakam,” ujar Syamsu.

Sebagaimana diketahui, Blok Mahakam akan habis kontrak pada 31 Desember 2017. Dengan berakhirnya kontrak tersebut, maka mulai awal tahun depan Pertamina resmi menjadi operator di Blok Mahakam dengan hak kelola 100%. Dari jumlah hak kelola itu,  Pertamina memberikan 10% kepada BUMD Kalimantan Timur.

Di sisi lain, Kementerian ESDM tengah mempersiapkan surat keputusan revisi porsi Total  dan Inpex  di Blok Mahakam. Jadi, nantinya kedua kontraktor tersebut bisa memperoleh hak kelola 39%, dari sebelumnya 30%.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar pernah mengatakan surat revisi itu masih berada di Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM. “Sekarang ada di Sekretaris Jenderal. Revisi naik menjadi 39%,” kata dia di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (6/12).  

(Baca: Kementerian ESDM Siapkan Surat Revisi Porsi Total-Inpex di Mahakam)

Revisi ini dilakukan karena Sudirman Said, ketika menjadi Menteri ESDM pernah mengeluarkan surat keputusan yang menyatakan kalau Total dan Inpex maksimal mendapatkan 30% hak kelola Blok Mahakam. Namun, dalam perjalanannya, Menteri ESDM Ignasius Jonan pengganti Sudirman, membuka peluang bagi Total dan Inpex untuk mendapatkan hak kelola Blok Mahakam hingga 39%.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan