Berusia 3 Tahun, Aksi 'Saya Perempuan Anti Korupsi' Sabet Penghargaan

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Yuliawati

13/12/2017, 17.24 WIB

SPAK meraih ACE Award 2017 karena dinilai mampu meningkatkan kesadaran pentingnya berperilaku antikorupsi.

Dok. Istimewa
Gerakan "Saya Perempuan Anti Korupsi" (SPAK) meraih penghargaan dari Anti-Corruption Excellence (ACE) Award 2017.

Gerakan "Saya Perempuan Anti Korupsi" (SPAK) meraih penghargaan dari Anti-Corruption Excellence (ACE) Award 2017. SPAK mendapatkan penghargaan untuk kategori anti-corruption youth creativity and engagement.

ACE Award 2017 merupakan ajang penghargaan yang digagas oleh Rule of Law and Anti-corruption Center (ROLLAC) yang berkedudukan di Qatar. ROLLAC menginisiasi penghargaan yang telah berjalan dua kali, bekerjasama dengan United Nations Office on Drugs and Crimes (UNODC)

SPAK dipilih oleh komite pemilihan ACE Award karena dinilai mampu menunjukkan kepemimpinan dalam meningkatkan kesadaran pentingnya berperilaku antikorupsi dengan cara yang berbeda.

"Cara yang unik yang dengan mudah dan cepat mempengaruhi generasi muda dan lapisan sosial masyarakat lainnya untuk bergerak bersama mewujudkan perubahan," tulis keterangan Ace Awards, akhir pekan lalu. 

(Baca: Survei Indeks Persepsi Korupsi di 12 Kota Membaik)

Selain SPAK, pemenang ACE Award tahun ini adalah program I Paid Bribe asal India. Program itu memenangkan penghargaan untuk kategori anti-corruption innovation.

Sementara, Italia dan Yordania memenangkan penghargaan untuk kategori lifetime achivement. "Dari Amerika dan China untuk Kategori anti-corruption academic research," tulis ACE Awards.

Gerakan SPAK ini diinisiasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak 22 April 2014. Berdasarkan keterangan situs KPK, gerakan ini dilahirkan atas sebuah keprihatinan hasil survey pada 2012 – 2013 di kota Solo dan Yogjakarta. Studi ini menyajikan fakta bahwa ternyata hanya 4% orang tua yang mengajarkan kejujuran pada anak-anaknya.

Survey itu menunjukkan orang tua tidak bisa mengaitkan bahwa menyontek atau menyerobot antrian adalah bentuk-bentuk perilaku koruptif atau mengambil hak orang lain untuk kepentingan diri sendiri.

"Dan bila kita percaya bahwa tindakan koruptif itu adalah bentukan atau evolusi dari perilaku-perilaku koruptif sejak kecil, maka fakta ini sungguh menakutkan," bunyi keterangan dari situs resmi KPK.

(Baca: Survei LSI: Masyarakat Menilai Korupsi Meningkat 2 Tahun Terakhir)

Studi tersebut juga memberikan usulan bahwa perempuan atau ibu masih dianggap figur sentral dalam memberikan pendidikan moral pada anak dan keluarga. Fakta ini memberikan kesempatan untuk menggerakan pencegahan korupsi melalui perempuan. Hasil inilah yang kemudian menjadi landasan melahirkan gerakan Saya, Perempuan Anti-Korupsi.

Kegiatan SPAK terdiri dari pelatihan untuk fasilitator atau para calon agen SPAK. Selain itu penyebaran pengetahuan anti korupsi (sosialisasi) yang dilakukan oleh para agen.

SPAK telah memiliki lebih dari 494 orang fasilitator atau biasa disebut sebagai Agen SPAK. Mereka telah mengikuti fasilitator SPAK yang dilangsungkan di 10 kota, yaitu: Jakarta, Mataram, Makassar, Pare-pare, Kupang, Surabaya, Bogor, Bandung, Jogjakarta dan Malang.

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan