Puncak Arus Liburan 22-24 Desember, Menhub Imbau Ambil Cuti Lebih Awal

Penulis: Ameidyo Daud Nasution

Editor: Safrezi Fitra

13/12/2017, 19.39 WIB

"Saya imbau kalau adik-adik sudah libur sekolah maka (orang tua) bisa ambil libur cuti awal," kata Budi

Geliat Mudik
ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

Pemerintah memperkirakan puncak liburan akhir tahun, Natal dan Tahun Baru, akan terjadi pada tanggal 22 Desember malam hingga 24 Desember 2017. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengimbau masyarakat agar dapat melakukan perjalanan liburan, sebelum tanggal tersebut.

Budi mengatakan perjalanan liburan dilakukan lebih awal untuk mengurangi kepadatan lalu lintas saat puncak arus liburan akhir tahun terjadi. Apalagi, Kementerian Perhubungan memperkirakan akan ada peningkatan arus transportasi darat saat liburan akhir tahun sebesar 10 persen dari hari biasa.

"Saya imbau kalau adik-adik sudah libur sekolah maka (orang tua) bisa ambil libur cuti awal," kata Budi saat konferensi pers persiapan Natal dan Tahun Baru di kantornya, Jakarta, Rabu (13/12).

(Baca: KAI Siapkan 20 Kereta Tambahan pada Liburan Natal dan Tahun Baru)

Budi menjelaskan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di jalan tol, pihaknya menyerahkan wewenang (diskresi) penanganan arus lalu lintas kepada Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri. Salah satu jalur yang dianggap strategis adalah tol Jakarta - Cikampek di titik gerbang tol Cikarang Utama.

"Diskresi contra flow (rekayasa lalu lintas) juga ada di tangan Kakorlantas, pengembang jalan tol harus ikut," kata dia. 

Budi meminta operator jalan tol untuk menugaskan petugas membantu pengendara menempelkan (tap) kartu uang ekeltronik di gerbang tol. Hal ini dalam mengantisipasi masyarakat yang tidak menggunakan pembayaran tunai di gerbang tol dan mencegah penumpukan kendaraan di gerbang tol.

(Baca: Status Siaga Erupsi Gunung Agung, Turis Asing ke Bali Berkurang 16%)

Dalam pengawasan angkutan umum, dia memastikan Kemenhub akan terus melakukan pemeriksaan laik jalan (ramp check) pada kendaraan bus. Dari hasil pemeriksaan ini akan terlihat mana kendaraan yang layak serta tidak layak untuk beroperasi. "Kami juga minta bantuan Polri dan Dinas Perhubungan (di daerah) untuk ini," kata dia.

Dia juga melarang angkutan barang yang melintas di titik krusial seperti tol Jakarta - Cikampek pada tanggal 22 - 23 dan 29 - 30 Desember. Selain itu pekerjaan proyek yang ada di sepanjang jalur liburan dan mudik serta mengganggu arus kelancaran dihentikan dari tanggal 21 hingga 2 Januari.

"Pagar-pagar untuk jalan juga dibongkar semua dulu," kata dia. (Baca: Jelang Natal, Kemenhub Bakal Setop Pengerjaan Infrastruktur di Tol)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan