Didukung Holding Tambang, PT Timah Buat Usaha Patungan di Nigeria

Penulis: Miftah Ardhian

Editor: Pingit Aria

14/12/2017, 12.09 WIB

Joint Venture Co merupakan perusahaan patungan antara PT Timah dengan Topwide Venntures Limited yang berkedudukan di Nigeria.

Timah
Katadata | Arief Kamaludin

PT Timah Tbk resmi menandatangani perjanjian kerja sama pembentukan perusahaan patungan (Joint Venture Agreement/JVA) bersama sebuah perusahaan yang berkedudukan di Nigeria, Topwide Ventures Limited. Langkah ini merupakan bagian dari upaya PT Timah untuk melakukan ekspansi ke negara tersebut.

"Semoga kerja sama ini dapat memberikan keuntungan tidak hanya bagi kedua perusahaan namun juga kepada Indonesia dan Nigeria,” ujar Direktur Utama PT Timah, M Riza Pahlevi dalam keterangan resmi di Abuja, Nigeria, Senin (10/12).

PT Timah melakukan ekspansi ini setelah menjadi bagian dari holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pertambangan. Dengan demikian, PT Timah percaya diri melakukan lompatan ke kancah global, di mana Nigeria menjadi negara pilhannya. Alasannya, Nigeria sebagai penghasil timah yang potensial secara deposit dan juga memiliki sejarah panjang tentang pertimahan dunia.

(Baca juga: Tiga Strategi PT Timah Antisipasi Cadangan yang Menipis)

Perusahaan patungan dengan nama Joint Venture Co ini sendiri merupakan implementasi investasi bertahap yang akan mengelola eksplorasi, operasi penambangan, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan, penjualan dan pemasaran timah serta mineral turunannya yang berada di Nigeria. Penandatanganan ini langsung dilakukan oleh Riza dan Chairman Topwide Ventures Limited Clement Annie Okonkwo.

Joint Venture Co ini kedepan akan mengoptimalkan areal konsesi pertambangan seluas 16.000 hektare dan ditargetkan di tahap awal memiliki kapasitas produksi hingga 5.000 metrik ton ingot per tahun. Dalam waktu dekat, direncanakan perusahaan yang berbasis di Afrika Barat ini akan segera menyelesaikan proses awal untuk dapat membangun pabrik dan ditargetkan pada tahun 2018 sudah dapat memulai konstruksi.

Kemudian, Duta Besar Indonesia untuk Nigeria Harry Purwanto menjelaskan, kerjasama ini merupakan langkah yang monumental, bersejarah dan strategis khususnya untuk hubungan baik kedua negara. Dirinya mengatakan, PT Timah merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pertama yang melakukan ekspansi ke Nigeria. Menurutnya, ini adalah contoh yang bisa ditiru oleh investor lain yang ada di Indonesia.

"Ke depan kita akan melihat bersama bahwa proyek ini diharapkan berjalan baik dan menimbulkan benefit tidak hanya untuk Nigeria tapi juga untuk Indonesia. Untuk itu kami berterimakasih kepada PT Timah atas terealisasinya kerjasama ini," ujarnya.

(Baca juga:  Holding Terbentuk, Pemerintah Susun Perjanjian Akuisisi Saham Freeport)

Chairman Solid Minerals Development Fund Alhaji Saidu Malami mengatakan, kemitraan dengan PT Timah diharapkan akan mewujudkan industri pertimahan di Nigeria dan menjadikan Nigeria sebagai negara yang memiliki peranan dan menjadi perhatian dunia.

“Jelas bagi kami PT Timah Tbk adalah salah satu dari perusahaan pertambangan timah terbaik di dunia dan kami sangat excited menjadi bagian dari itu dan juga kami berbangga menjadi negara penghasil timah yang penting untuk dunia,” ujar Malami.

Reporter: Miftah Ardhian

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan