Arcandra Klaim 5 Perusahaan Akan Ajukan Penawaran Lelang Blok Migas

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

18/12/2017, 10.19 WIB

Jika lelang blok migas tahun ini laku, maka bisa menjadi pertanda baik baik investasi migas. Apalagi banyak pihak masih meragukan gross split.

IPA 2017
Arief Kamaludin|Katadata
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar memberikan tinjauan persoalan migas di stand pamer Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu, (17/5).

Pemerintah optimistis lelang blok minyak dan gas bumi (migas) tahun ini berpeluang menggaet investor. Apalagi Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengklaim sudah ada beberapa perusahaan migas yang tertarik ikut lelang blok tahun ini.

Arcandra memang belum mau menyebut nama perusahaan yang akan mengajukan penawaran dalam lelang tersebut. "Sudah ada yang menawarkan walaupun aturan perpajakannya masih di sekretariat negara, tapi mereka berani submit, ada lima company," kata dia di Bangka Belitung akhir pekan lalu.

Meski belum mau menyebut nama, tapi Arcandra mengklaim ada beberapa perusahaan migas besar yang ingin mengajukan penawaran. Mereka sebelumnya termasuk dalam 20 perusahaan migas yang sudah mengambil dokumen tender.

Berdasarkan catatan Katadata.co.id, Arcandra pernah menyebut kalau Mubadala Petroleum dan Eni tertarik mengikuti lelang blok tersebut. Selain itu ada juga PT Saka Energi Indonesia. Anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (Persero)/PGN itu bahkan akan mengajukan penawaran di pengujung lelang. 

 Adapun batas akhir pemasukan dokumen partisipasi untuk lelang skema penawaran langsung dan reguler diperpanjang sampai dengan 31 Desember 2017. Sebelumnya adalah 27 November 2017.

Sementara itu untuk pengambilan dokumen lelang mundur menjadi 24 Desember 2017. Awalnya batas akhir pengambilan dokumen itu yakni 20 November 2017.

Di sisi lain, aturan perpajakan memang masih berada di Sekretariat Negara sejak pekan lalu. Nantinya pihak Sekretariat Negara akan membuat surat pengantar untuk mendapatkan paraf Menteri Keuangan, Menteri ESDM, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Setelah itu Presiden akan menandatanganinya.

Arcandra berharap aturan itu dapat terbit secepatnya sebelum masa lelang blok migas berakhir. Apalagi sampai pekan lalu, ia mengaku terus berkomunikasi dengan pihak Sekretariat Negara.  "Saya lagi nervous,” ujar dia.

Arcandra mengatakan jika lelang blok migas tahun ini yang menggunakan skema Gross Split laku, maka bisa menjadi pertanda baik baik investasi migas. Jadi hal itu menunjukan bahwa iklim investasi migas Indonesia dengan Gross Split menarik. 

(Baca: Indonesia Masuk 10 Negara dengan Iklim Investasi Migas Terburuk)

Untuk itu ia mengaku akan berusaha agar blok migas tahun ini ada yang laku. "Gross split kan banyak yang meragukan. Buktinya dengan cost recovery tahun lalu, berapa yang jadi?Nol ya. Tahun ini kami usahakan ada," kata Arcandra.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan