Ridwan Kamil Batal, Golkar Lirik Duet Dedi Mulyadi-Deddy Mizwar

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Yuliawati

18/12/2017, 18.28 WIB

Airlangga Hartarto telah mengantongi pengganti Ridwan Kamil dan akan mengumumkan dalam waktu dekat.

Dedi Mulyadi
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi (tengah) bersama Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat MQ Iswara (kiri) menunjukkan surat permohonan Munaslub Partai Golkar, Rabu (6/12).

Partai Golkar secara resmi mencabut dukungan untuk Ridwan Kamil di Pemilihan Gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar) 2018. Airlangga Hartarto, ketua umum Golkar yang diangkat dalam rapat pleno, telah mengantongi pengganti Ridwan dan akan mengumumkan dalam waktu dekat. 

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Golkar Bobby Adhityo Rizaldi mengatakan, kandidat yang berpeluang diusung dalam kontestasi Pilkada Jawa Barat adalah Bupati Purwakarta yang juga Ketua DPD I Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi. "Iya pasti. Dedi Mulyadi," kata Bobby ketika dihubungi Katadata, Senin (18/12).

Bobby mengatakan, Dedi berpeluang maju untuk menguatkan konsolidasi internal di Jawa Barat. "Strategi ini juga sejalan dengan penguatan elektoral Presiden Jokowi sebagai calon Presiden Partai Golkar di wilayah Jawa Barat," kata Bobby.

(Baca: Survei: Pamor Golkar Bakal Naik Dipimpin Airlangga Hartarto)

Bobby mengatakan, Golkar membuka opsi untuk memasangkan Dedi dengan Wakil Gubernur petahana Jawa Barat Deddy Mizwar. Menurut Bobby, opsi dipasangkannya Dedi dengan Deddy karena diyakini akan meningkatkan elektabilitas. "Diyakini bisa melengkapi dan memperluas basis pemilih dari Dedi Mulyadi," kata Bobby.

Dedi Mulyadi dan Deddy Mizwar telah melakukan penjajakan pada awal November lalu. Ketika itu, baik Dedi Mulyadi dan Deddy Mizwar gagal dicalonkan oleh partainya masing-masing sebagai kandidat di Pilkada Jabar.

Bobby pun menyebut jika partai berlambang pohon beringin itu berpeluang membuka poros baru dengan PAN dan PKS yang telah lebih dulu menyatakan dukungannya kepada Deddy Mizwar. Namun, hal ini menurutnya baru akan diputuskan setelah Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).

"Kiranya Ketum baru terpilih memiliki beberapa pertimbangan dan strategi baru," kata Bobby.

(Baca: Setnov Beberkan Alasan Golkar Dukung Ridwan Kamil di Pilgub Jabar)

Dedi Mulyadi selama ini merupakan pengusung Airlangga Hartarto sebagai ketua umum Golkar pengganti Setya Novanto. Setelah Airlangga dipilih sebagai ketua umum dalam rapat pleno, Golkar mencabut dukungan terhadap Ridwan Kamil sebagai calon gubernur Jabar. 

DPP Golkar mencabut dukungan terhadap Ridwan Kamil dengan alasan terlalu lama menentukan calon wakil gubernur. Pencabutan dukungan itu terlampir dalam surat bernomor R-525/GOLKAR/XII/2017 dan tertanggal 17 Desember 2017 yang ditandatangani Ketua Umum Golkar terpilih Airlangga Hartarto dan Sekjen Golkar Idrus Marham.

Dalam surat itu dijelaskan bahwa berdasarkan surat bernomor R-485/GOLKAR/X/2017 dan tertanggal 24 Oktober 2017, DPP Golkar telah merekomendasikan Ridwan Kamil berpasangan dengan Daniel Muttaqien. Rekomendasi itu ditindaklanjuti DPD Golkar Jawa Barat dengan memberikan batas waktu bagi Ridwan Kamil hingga 25 November 2017 untuk menetapkan Daniel Muttaqien sebagai pasangannya.

Namun hingga batas waktu yang ditentukan Ridwan Kamil belum juga menetapkan siapa calon wakil gubernur yang akan mendampinginya dalam Pilgub Jawa Barat. Karenanya DPP Golkar mencabut dukungan bagi Ridwan Kamil demi menjaga kehormatan, marwah dan kepentingan Partai Golkar di Provinsi Jawa Barat.

(Baca: PDIP dan Golkar Jajaki Koalisi Usung Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan