Suahasil mengatakan keyakinan ini didukung oleh investasi yang mulai terdapat tanda-tanda kenaikan.
Pelabuhan ekspor
Katadata

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih optimistis pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa mencapai 5,1 persen, lebih rendah dari asumsi sebesar 5,2 persen. Meski begitu, pemerintah harus mengejar pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen di Kuartal IV.

"Iyalah (masih optimistis capai 5,3 persen di Kuartal IV)," ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Suahasil Nazara di kantornya, Jakarta, Selasa (19/12).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Dalam tiga kuartal sebelumnya, pertumbuhannya masih lebih rendah, yakni 5,01 persen di kuartal I dan kuartal II, serta 5,06 persen di kuartal III. Keyakinan pertumbuhan ekonomi kuartal IV bisa lebih tinggi dari tiga kuartal sebelumnya ini didukung oleh investasi yang mulai terdapat tanda-tanda kenaikan.

(Baca: Ekonomi Kuartal III Lima Negara ASEAN Melaju, Indonesia Tertinggal)

Indikasinya, ekspor yang meningkat hingga 17,26 persen di Kuartal III lalu. Seiring dengan itu, impor pun tumbuh 15 persen. Semua indikator yang cukup baik ini menandakan bahwa kegiatan ekonomi sudah mulai bergerak dan paling tinggi akan terjadi di kuartal terakhir.

"Harusnya multiplier effect-nya sudah mulai bekerja. Dia hire tenaga kerja lalu bayar upah, nanti jadi income rumah tangga yang sebagian jadi konsumsi dan jadi tabungan. Ini kami yakin mulai terjadi. Kami dorong terus," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga memproyeksi pertumbuhan ekonomi hanya finis di angka 5,1 persen pada akhir tahun ini. Sementara untuk tahun depan, ekonomi diproyeksi tumbuh di kisaran 5,3 persen atau kembali terkoreksi dari target dalam APBN 2018 yang ditetapkan sebesar 5,4 persen.

"Keduanya masih outlook (proyeksi), karena kuartal IV-2017 kan masih belum keluar. Nanti tetap kami lihat,” ujar Sri Mulyani.

(Baca: Jokowi: Ekonomi di Tahun Politik Bisa Tumbuh Lebih Tinggi 0,3%)

Artikel Terkait
Program pembangunan infrastruktur padat karya akan menambah uang tunai yang beredar di desa dan meningkatkan daya beli masyarakat
Upah riil buruh tani turun paling dalam yaitu sebesar 0,78% pada Desember 2017.
BKPM mencatat terdapat 190 proyek yang belum terealisasi sepanjang 2010-2017. Penyebabnya dari mulai soal tanah, perizinan, hingga perubahan aturan.