Harga Bitcoin Cash Naik 140% Sepekan, Bitcoin Terpukul

Penulis: Martha Ruth Thertina

20/12/2017, 21.38 WIB

Harga bitcoin turun nyaris US$ 4 ribuan atau sekitar 50 jutaan dalam tiga hari.

Bitcoin
Flickr.com

Harga mata uang digital bitcoin cash (BCH) naik lebih dari 140% dalam sepekan ke kisaran US$ 3.800 atau sekitar Rp 50 juta. Kenaikan harga terjadi seiring mengalirnya dukungan bursa mata uang digital terhadap jual-beli mata uang digital pecahan bitcoin tersebut.

Melalui akun Twitter resminya, bursa bitcoin besar di Amerika Serikat (AS), Coinbase menyatakan siap memfasilitasi jual-beli bitcoin cash. “Jual-beli di Coinbase.com dan aplikasi mobile akan tersedia untuk seluruh pelanggan setelah adanya likuiditas yang cukup di GDAX. Kami perkirakan ini akan terjadi esok,” demikian pernyataan Coinbase, Rabu (20/12). (Baca juga: Ditjen Pajak: Keuntungan Bitcoin Kena Pajak dan Dilaporkan di SPT)

Bitcoin cash resmi meluncur pada 1 Agustus 2017 lalu. Mata uang digital tersebut muncul setelah adanya kelompok pengembang yang mencoba meningkatkan kecepatan transaksi dan menekan biaya transaksi bitcoin. Belakangan, bitcoin cash berkembang menjadi rival bitcoin. (Baca juga: Terlalu Berisiko, Pendiri Situs Bitcoin.com Jual Seluruh Bitcoin)

Adapun para pemilik bitcoin pada saat bitcoin cash meluncur, semestinya mendapatkan bitcoin cash dengan jumlah yang setara dengan kepemilikan bitcoinnya. Namun, mengacu pada CNBC, Coinbase belum merealisasikan hal tersebut. Rencananya, Coinbase baru akan merealisasikannya pada Januari 2018 mendatang.

Berbanding terbalik dengan bitcoin cash, bitcoin justru anjlok setelah mencetak rekor tertinggi di kisaran US$ 20 ribu atau sekitar Rp 270 juta pada Minggu (17/12) lalu. Mengacu pada data coinmarketcap.com, bitcoin tercatat sempat turun ke kisaran US$ 16 ribuan atau sekitar Rp 220 jutaan pada Rabu (20/12). (Baca juga: Lebih Untung Dibanding Bitcoin, Uang Digital Ripple Kian Populer)

Berdasarkan polling yang dilakukan Wall Street Journal terhadap 53 ekonom, sebanyak 51 di antaranya menyatakan bitcoin tengah mengalami gelembung harga alias bubble. Adapun ekonom paling berpengaruh versi Wall Street, Stephen Roach pernah menyebut gelembung harga terjadi akibat spekulasi dan berbahaya.

“Sepertinya halnya semua bubble, itu akan pecah. (Harganya) akan jatuh dan yang terakhir berinvestasi bakal paling sakit,” ucapnya awal Desember lalu, seperti dilansir CNBC. (Baca juga: Bahaya Bitcoin Bubble, Investor Retail Disarankan Tak Bertaruh Besar)

Namun, Analis bitcoin dari Standpoint Research Ronnie Moas optimistis bitcoin masih akan terus melambung lantaran pasokan yang terbatas yaitu hanya akan mencapai 21 juta. “Menurut pendapat saya, akhir permainannya, bitcoin akan mencapai US$ 300-400 ribu (sekitar Rp 4-5 miliaran), dan akan menjadi mata uang digital paling bernilai di dunia,“ ucapnya.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan