Surati Jonan, Vivo Akan Operasikan SPBU Baru di 3 Titik Akhir 2017

Penulis: Arnold Sirait

20/12/2017, 18.08 WIB

Saat ini pembangunan fasilitas distribusi BBM itu sudah mencapai 90% hingga 95%.

SPBU Vivo
Anggita Amalia|Katadata

PT Vivo Energy Indonesia berencana mengoperasikan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) baru di tiga wilayah yang tergolong terdepan, terluar dan tertinggal. Rencana itu disampaikan melalui surat kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Dalam surat nomor 223/VEI-ESDM/XII/2017 tertanggal 20 Desember 2017 itu, Vivo melaporkan perkembangan pembangunan fasilitas distribusi BBM miliknya yang akan dibangun di tiga tempat. Surat tersebut menyebutkan kalau pembangunannya  sudah mencapai 90% hingga 95%. “Siap dioperasikan tanggal 28 Desember 2017,” dikutip berdasarkan surat tersebut, Rabu (20/12).

Surat tersebut ditandatangani S. Kartiko W. Widodo selaku kuasa direksi. Lalu ditembuskan kepada Wakil Menteri ESDM, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Direktur Jenderal Migas, Direktur Hilir Migas, dan Ketua Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas).

Ketiga lokasi tersebut adalah Piru, Kabupaten Seram bagian barat, Provinsi Maluku. Kemudian, Kangean, Kabupaten Sumenep (Madura), Provinsi Jawa Timur. Terakhir berada di Gowa, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan.

Adapun badan usaha yang akan mengoperasikan SPBU tersebut adalah PT Macan Mengaum Indonesia. Perusahaan ini merupakan pemegang Surat Keterangan Penyalur (SKP) PT Vivo Energy Indonesia.

Di sisi lain, saat ini, Vivo baru mengoperasikan SPBU di Cilangkap, Jakarta Timur. Adapun produk yang dijual antara lain Revvo 89 (berkadar oktan 89), Revvo 90 (berkadar oktan 90) dan Revvo 92 (berkadar oktan 92).  

Corporate Communication Vivo Maldi Al Jufrie mengatakan awalnya perusahaannya memang ingin membangun SPBU di Seram pada 30 November 2017. Namun, rencana itu kemungkinan tidak bisa tepat waktu. "Ini meleset karena ada permasalahan administratif dengan Pemerintah daerah,” kata dia di Jakarta, Jumat (24/11). 

Selain di Seram, Vivo juga akan membangun SPBU di Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Kemudian satu SPBU lagi di Ambon, Maluku Utara. Ketiga SPBU ini rencananya akan dibangun hingga akhir tahun ini.

Sementara itu, hingga tahun depan targetnya bisa membangun 25 SPBU. Sampai saat ini sudah ada 15 lokasi yang mencapai tahap konstruksi. Sedangkan tanah yang sedang disiapkan bisa untuk membangun 30 SPBU.

(Baca: Meski Molor, 3 SPBU di Indonesia Timur Tetap Dibangun Vivo)

Menurut Maldi untuk membangun satu SPBU di kota besar, perusahaan membutuhkan dana sekitar Rp 16 miliar sampai Rp 20 miliar di luar aset. Namun, di daerah kecil bisa lebih murah, karena hanya butuh tiga dispenser, sedangkan di kota besar bisa sampai enam dispenser.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan