Pasokan Dolar Meningkat, BI Kurangi Intervensi

Penulis: Rizky Alika

Editor: Martha Ruth Thertina

22/12/2017, 21.47 WIB

“Supply dan demand valas sudah ketemu karena eksportir mau jualan. Kemarin saja ada eksportir jualan US$ 900 juta,” kata Deputi Gubernur Senior BI.

Uang rupiah
Arief Kamaludin|Katadata

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara mengatakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam kondisi baik. Hal itu lantaran pasokan dolar cukup untuk memenuhi permintaan di pasar. Dengan demikian, bank sentral tidak perlu melakukan intervensi di pasar valuta asing (valas).

Menurut Mirza, pasokan cukup di antaranya karena eksportir mau melepas dolar-nya. “Kemarin saja ada eksportir jualan US$ 900 juta. Jadi, artinya ada demand dari importir dan pembayar utang luar negeri serta ada supply dari utang luar negeri, eksportir, dan portofolio inflows. Itu kan bagus,” kata dia di Kompleks BI, Jumat (22/12).

Mengacu pada kurs tengah BI, nilai tukar rupiah hanya melemah tipis 0,09% menjadi Rp 13.558 per dolar AS pada perdagangan Jumat (22/11). Sehari sebelumnya, rupiah tercatat menguat 0,25%. Adapun tekanan terhadap nilai tukar rupiah menguat mulai Oktober lalu dan membuat cadangan devisa tergerus untuk kebutuhan intervensi. (Baca juga: Tersedot Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa November Turun)

Meski begitu, Mirza mengatakan, bank sentral tetap berada di Pasar Uang Antar Bank (PUAB) lantaran sempat ada lonjakan bunga untuk pinjaman tenor dua minggu. Penyebabnya, meningkatnya permintaan bank untuk mengamankan likuiditas sampai setelah akhir tahun. “Tapi setelah BI masuk kasih tambahan likuiditas sekitar Rp 17 triliun, itu normal,” ucapnya.

Ke depan, Ekonom Bank Permata Josua Pardede melihat peluang nilai tukar rupiah terhadap dolar AS  lebih menguat setelah lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings mengerek peringkat utang jangka panjang Indonesia. Sebab, kenaikan peringkat tersebut bakal meningkatkan daya tarik aset dalam rupiah. 

(Baca juga: Analis: Pasar Modal Berpeluang Menguat dan Rupiah Lebih Stabil di 2018)

Meski begitu, nilai tukar rupiah kemungkinan belum akan menguat ke bawah Rp 13.500 per dolar AS. Sebab, sentimen terhadap aset dalam dolar AS juga meningkat seiring dengan normalisasi kebijakan moneter dan reformasi pajak di Negeri Paman Sam.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan