Tunggu Skema Restrukturisasi, OJK Janjikan AJB Bumiputera Bayar Klaim

Penulis: Desy Setyowati

Editor: Yuliawati

22/12/2017, 06.00 WIB

Lebih dari setahun, pengelola statuter AJB Bumiputera belum menyerahkan skema restrukturisasi.

Bumiputera
Arief Kamaludin|KATADATA

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga saat ini belum menerima skema restrukturiasi Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera teranyar dari pengelola statuter. Meski begitu, OJK menegaskan bahwa klaim pemegang polis akan dibayarkan.

"Ini masih dalam proses. Sabar, yang penting dibayar," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso usai konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (21/12).

Namun, Wimboh tak memberikan informasi batas waktu bagi pengelola statuter menyampaikan skema restrukturisasinya.

(Baca: Setahun Restrukturisasi AJB Bumiputera Masih Jalan di Tempat)

Di kesempatan yang sama, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Riswinandi menyatakan masih menunggu skema restrukturisasi dari pengelola statuter AJB Bumiputera. Saat ini, kata dia, masih dilakukan kajian atas skema restrukturisasi yang mungkin diterapkan ke depan.

"Semuanya diperbaiki," kata Riswinandi. "Sedang di-review. Yang penting masyarakat yang pegang polis tetap akan dilakukan pembayaran dengan baik."

Sudah lebih dari satu tahun OJK mengambil alih kepengurusan AJB Bumiputera. Hingga saat ini belum juga terlihat progres dari restrukturisasi yang dilakukan. Bahkan selepas tongkat kepemimpinan dari wasit industri keuangan ini berganti, skema restrukturisasi teranyarnya belum juga dirilis.

(Baca juga: Penyelamatan Tak Pasti, Bumiputera Jual Aset untuk Bayar Klaim)

Dalam perjalanannya, pengelola statuter telah melaksanakan beberapa inisiatif di antaranya rencana penerbitan saham baru (rights issue ) senilai Rp 40 triliun melalui PT Evergreen Invesco Tbk. Prospektus lengkapnya bahkan telah diterbitkan dan dipublikasikan pada 31 Oktober 2016 untuk dilaksanakan sebelum akhir 2016.

Namun, inisiatif tersebut diragukan kelayakannya. Apalagi, AJB Bumiputera 1912 yang justru dalam kesulitan keuangan parah ditunjuk sebagai standby buyer (pembeli siaga) saham baru itu. Padahal jumlah dana yang ditargetkan dari rights issue itu mencapai Rp 40 triliun. Namum berubah-ubah hingga hanya Rp 4 triliun sebelum akhirnya dinyatakan batal.

"Itu (right issues) kelihatannya enggak biaa dipenuhi. Makanya pemegang polis kami harap tetap tenang karena AJB Bumiputera tetap bisa selesaikan kewajibannya," kata dia.

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan