Sri Mulyani Ingatkan KAI dan Adhi Karya Agar Tak Korupsi Proyek LRT

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Pingit Aria

29/12/2017, 17.05 WIB

Sri Mulyani mengingatkan agar pinjaman sindikasi dari 12 bank senilai Rp 19,2 triliun harus dapat dikembalikan tanpa masalah.

Pendanaan LRT
@Kemaritiman
Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyaksikan penandatanganan perjanjian kredit sindikasi untuk pembiayaan proyek LRT senilai Rp 19,25 triliun dari 12 lembaga ke

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperingatkan agar jangan ada korupsi dalam pekerjaan proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta Bogor Depok Bekasi (Jabodebek). Dalam proyek kereta ringan ini PT Kereta Api Indonesia (KAI) menerima pinjaman sindikasi dari 12 bank senilai Rp 19,2 triliun.

Sri Mulyani mengatakan, proses pembiayaan proyek senilai Rp 29,9 triliun ini berjalan dengan terbuka.

Ia pun meminta KAI sebagai operator dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebagai kontraktor mengerjakan proyek ini secara efisien dan bebas korupsi. Sehingga, pinjaman perbankan dapat dikembalikan tanpa masalah.

Apalagi, secara tak langsung negara juga turut membiayai proyek ini melalui Penyertaan Modal Pemerintah (PMN) sebesar Rp 7,6 triliun untuk PT KAI dan Rp 1,4 triliun untuk Adhi Karya. "Kelola dengan efisien sehingga tidak ada korupsi," kata Sri di Hotel Kempinski, Jakarta, Jumat (29/12).

 (Baca: Batal Buat Joint Venture Proyek LRT, KAI Utang ke Bank Rp 18 Triliun)

Pernyataan Sri Mulyani ini diamini Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Luhut mengatakan, skema pembiayaan kereta ringan ini dibuat se-transparan mungkin. Oleh sebab itu potensi adanya penyelewengan dan korupsi ditekan.

"Saya berharap pihak yang ikut dalam proyek ini dapat bekerja secara transparan, akuntabel, sesuai perundangan," ujar Luhut.

Selain itu Luhut juga meminta PT Adhi Karya selaku kontraktor mengerjakan proyek LRT dengan baik. " Banyak proyek karya kita tidak detail dan tidak rapi. Saya minta yang ini rapi,” katanya.

Reporter: Ameidyo Daud

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan