Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) berwenang menindak dan menangkap pelaku penyebar konten negatif.
ilustrasi Hoax
Arief Kamaludin|Katadata

Presiden Joko Widodo hari ini melantik Djoko Setiadi sebagai Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Djoko sebelumnya merupakan Kepala Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) yang dilebur dengan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menjadi BSSN.

Pelantikan dihelat dihelat di Istana Negara, Jakarta, Rabu (3/1). Pelantikan ini seiring adanya Keputusan Presiden Nomor 130P Tahun 2017 tentang pemberhentian Kepala Lemsaneg dan pengangkatan Kepala BSSN.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Jokowi mengatakan BSSN merupakan lembaga penting dalam mengantisipasi perkembangan dunia siber saat ini, "Karena pertumbuhannya cepat sekali," kata Jokowi dalam keterangan resmi Sekretariat Presiden, Rabu (3/1).

(Baca juga: PPATK Awasi Transaksi Bitcoin karena Rawan Pencucian Uang)

Bahkan BSSN ditempatkan di bawah Presiden dan langsung bertanggung jawab kepada Presiden lantaran aspek keamanan terhadap kejahatan siber yang sangat penting saat ini. Hal ini telah dilakukan Jokowi dengan mengubah Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2017 menjadi Perpres Nomor 133 Tahun 2017.

"Awalnya BSSN berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan," demikian bunyi keterangan Sekretariat Presiden.

Usai dilantik, Djoko memastikan BSSN akan tetap netral dan tidak berpihak pada partai mana pun mengingat tahun 2018 merupakan tahun politik. Djoko menjelaskan tugas BSSN adalah menjaga wilayah siber tetap aman terutama di tahun politik. "Kami ingatkan pelaku (penyebar) hoax agar berhenti," kata dia.

(Baca juga: Pemerintah Akan Rilis 31 Regulasi E-Commerce Tahun Depan)

Djoko juga mengatakan bahwa BSSN akan bekerja sama dengan Polri dalam mendeteksi terorisme. Bahkan dirinya berharap lembaga teranyar tersebut memiliki kewenangan menindak dan menangkap pelaku penyebar konten negatif.

"Jadi bisa kami serahkan langsung (pelaku kejahatan) ke pemerintah," ujar dia.

Ameidyo Daud
Artikel Terkait
Meski tak bisa diisi ulang, uang elektronik di beberapa toko online seperti Shopee, Tokopedia dan Bulakapak masih mengalir dari transaksi jual beli.
Sungai Citarum merupakan sumber air bagi 27,5 juta penduduk Jawa Barat dan DKI Jakarta. Bahkan 80 persen pasokan air DKI berasal dari sungai ini.
Bahkan saat menyantap makan siang bersama, Jokowi sempat mencari Uu sesampainya di meja makan. "Ini pak Bupati saya cariin," ujarnya