“Saya sudah perintahkan minimal 51%, tapi tiga tahun negosiasi belum rampung, haduh. Tidak apa-apa alot yang penting jangan kalah,” kata Jokowi.
jokowi
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Pemerintah mulai menunjukkan sikapnya dalam pengelolaan sektor energi. Setelah berhasil mengembalikan pengelolaan blok Mahakam 100% ke “Ibu Pertiwi” melalui PT Pertamina (Persero), kini Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengincar saham PT Freeport Indonesia.

Jokowi mengatakan pemerintah menginginkan saham yang lebih besar dari yang dimiliki saat ini. Saat ini, pemerintah hanya menggenggam 9,3% saham milik perusahaan asal Amerika Serikat tersebut.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Kini pemerintah masih bernegosiasi dengan PT Freeport Indonesia mengenai divestasi saham itu. “Saya sudah perintahkan minimal 51%, tapi tiga tahun negosiasi belum rampung, haduh. Tidak apa-apa alot yang penting jangan kalah,” ujar Presiden Jokowi dikutip dari website Sekretaris Kabinet, Selasa (9/1).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, proses negosiasi dengan Freeport, termasuk dalam hal divestasi saham, mendekati tahap akhir.  "Masih proses tapi relatif semua hampir selesai," kata dia saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (2/1).

Di sisi lain, pemerintah berencana mengakuisisi 40% hak partisipasi perusahaan tambang asal Australia Rio Tinto yang ada di PT. Freeport Indonesia. Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, setelah diakuisi 40% hak partisipasi itu akan dikonversi menjadi saham. “Kalau ini dikonversi penuh menjadi saham, Freeport setuju,” ujar dia.

Selain itu, Pemerintah akan mengakuisisi saham Indocopper di Freeport sebesar 9,36 %. Bahkan pemerintah mengklaim Indocopper sudah sepakat mengenai rencana jual beli saham tersebut.

Blok Mahakam

Setelah 50 tahun dikelola oleh perusahaan asing, pemerintah memastikan mulai Januari ini, pengelolaan migas di blok Mahakam sudah 100% kembali ke Ibu Pertiwi. Blok ini dikelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pertamina (Persero).

“Saya serahkan kepada Pertamina. Dulu kita satu persen saja enggak punya saham di situ, sekarang 100%. Ini berikan ke Pertamina,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Tahun 2018, di Auditorium Tilangga, Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (8/1) sore.

(Baca: Jalan Panjang Blok Mahakam ke Pangkuan Pertamina)

Semula Blok Mahakam dikuasai oleh PT Total E&P Indonesie (TEPI)‎. Namun, kontrak mereka habis per 31 Desember 2017. Pemerintah tidak memperpanjang izin pengelolaan blok atau Wilayah Kerja Mahakam, di Kalimantan Timur itu, dan memilih mengambil alih pengelolaan tersebut, dengan menyerahkannya ke Pertamina.

Artikel Terkait
Sungai Citarum merupakan sumber air bagi 27,5 juta penduduk Jawa Barat dan DKI Jakarta. Bahkan 80 persen pasokan air DKI berasal dari sungai ini.
“Perusahaan asal Jepang datang, Tiongkok dan kemungkinan Mubadalla,” kata Ego Syahrial.
Rencana memasok LNG ke Bangladesh dan Pakistan ini masuk dalam agenda Presiden Jokowi mengunjungi negara-negara Asia Selatan.