Bisnis Digital di Indonesia Masih Dilirik Investor Asing

Penulis: Desy Setyowati

Editor: Yuliawati

10/1/2018, 16.02 WIB

Penetrasi digital di Indonesia yang masih rendah membuat peluang pasar masih sangat luas.

UMKM
Donang Wahyu | Katadata
UMKM KATADATA|Donang Wahyu

Bisnis digital di Indonesia diperkirakan masih menarik minat investor asing, meskipun tarif pajak di banyak negara lebih rendah. Head of Wealth Management and Retail Digital Business Bank of Commonwealth Ivan Jaya menuturkan, peluang bisnis digital di Indonesia sangat potensial.

Ia mengambil contoh, perusahaan transportasi berbasis digital Go-Jek yang bekerja sama dengan 125 ribu pedagang dalam fitur pemesanan makanannya, yakni Go-Food.

"Bila lihat jumlah UKM di Indonesia 45 juta, 60% dari ekonomi Indonesia. Itu switch spot bagi asing untuk masuk," ujar dia saat acara Macro Economy Outlook di WTC, Jakarta, Rabu (10/1).

Head of Intermediary PT. Schroders Investment Management Indonesia Teddy Oetomo menambahkan, selama ini investasi dari Tiongkok ke Asia terbilang kecil dari keseluruhan modal yang dimiliki Negeri Tirai Bambu tersebut. Oleh sebab itu, mereka masih akan 'menyebar' dana yang dimilikinya ke banyak negara, termasuk Indonesia.

(Baca: Google: Ekonomi Digital Indonesia Capai Rp 1.095 Triliun pada 2025)

Apalagi, penetrasi digital di Indonesia yang masih rendah membuat peluang pasar  masih sangat luas. "Penetrasi digital di Asia kan rendah. Investasi flow bukan hanya dari Tiongkok tapi juga negara lain, masih akan banyak," kata dia.

Saat ini, pemerintah Indonesia tengah mendorong UMKM merambah bisnis digital dengan program UMKM Go Online. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, UMKM yang memasarkan lewat jalur online diperkirakan dapat menggenjot pendapatan hingga 26%. Apalagi kontribusi UMKM terhadap ekonomi Indonesia saat ini mencapai 58% dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

"Saat ini baru sekitar 9% dari total UMKM di Indonesia yang online," kata Rudiantara.

Oleh karena itu, pemerintah menggandeng berbagai digital marketplace, seperti Lazada, Shopee, Blibli.com, Bukalapak, Tokopedia, Blanja.com, dan Mataharimall.com untuk terlibat menyukseskan program ini. Menurut Rudiantara, berbagai perusahaan digital marketplace telah mampu mendorong munculnya UMKM dalam ranah digital.

(Baca: Bisnis Online Diperkirakan Genjot Pendapatan UMKM 26%)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan