Diizinkan Melaut Sementara, KKP Dorong Nelayan Beralih ke Alat Tangkap

Penulis: Michael Reily

Editor: Ekarina

Senin 12/2/2018, 19.44 WIB

SKM dibutuhkan oleh nelayan agar kapal cantrang dapat melaut kembali, sekaligusmenjadi bukti komitmen untuk peralihan alat cantrang menjadi alat tankap

Nelayan Tuna
Donang Wahyu|KATADATA
Seorang nelayan berdiri dekat perahu Pakura miliknya saat hendak pergi melaut. Pakura banyak digunakan oleh nelayan-nelayan Filipina untuk menangkap tuna.

 

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mendorong nelayan kapal cantrang beralih ke alat tangkap. Saat ini pihak kementerian tengah melakukan pendataan pemilik kapal cantrang, untuk kemudian diberikan Surat Keterangan Melaut sebagai bukti kesanggupan nelayan mengganti alat tangkap.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam keterangannya mengatakan pendataan dilakukan dengan wawancara terhadap pemilik kapal serta verifikasi dan cek fisik kapal. “Setelah menjalani proses, pemilik kapal cantrang yang telah menyanggupi penggantian alat tangkap akan kami berikan Surat Keterangan Melaut (SKM),” kata Susi dalam keterangan resmi, Jakarta, Senin (12/2).

SKM dibutuhkan oleh nelayan agar kapal cantrang dapat melaut kembali, sekaligus menjadi bukti komitmen untuk peralihan alat cantrang menjadi alat tangkap yang ramah lingkungan.


(baca juga : Kompromi Susi, Pemerintah Kembali Tunda Larangan Cantrang)

Menurut Susi, pemilik kapal juga akan diminta menandatangani surat untuk peralihan alat tangkap dan pemenuhan kewajiban seperti Visual Monitoring System (VMS) dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

“Diharapkan tahun 2018 semua sudah berpindah alat tangkap hang dapat memberikan kesejatheraan pada pemilik kapal, tidak hanya eks-cantrang tetapi juga non-cantrang,” ujar Susi.

Adapun pemilik kapal yang belum memenuhi kelangkapan dokumen, nantinya akan diminta untuk segera melengkapi persyaratan. SKM diterbitkan oleh KKP dan ditandatangani oleh syahbandar dan pengawas perikanan.

“Secara normatif, penggunaan alat cantrang tetap dilarang, namun sesuai arahan presiden pemerintah mempersilakan kapal cantrang melaut kembali,” jelas Susi.

Di Tegal, tim khusus telah turun sejak 30 Januari 2018. Melalui pendataan dan verifikasi pemilik kapal cantrang, tim khusus mencatat bahwa setidaknya terdapat sekitar 229 kapal cantrang menyanggupi pergantian alat tangkap dan diperbolehkan melaut kembali. Para pemilik kapal melakukan pembayaran PNBP, pembelian VMS serta meminta nahkoda membuat surat pernyataan.


Sedangkan sebanyak 111 kapal cantrang yang belum menyanggupi penggantian alat tangkap, belum dapat diproses untuk kembali melaut. Pemilik kapal yang belum dinyatakan layak beroperasi diberikan kesempatan untuk menandatangani Surat Pernyataan Kesanggupan dan melengkapi dokumen kepemilikan kapal cantrang. Hingga 9 Februari 2018, PNBP yang diterima dari pemilik kapal cantrang yang dinyatakan layak beroperasi jumlahnya baru mencapai Rp 4 miliar.

Sementara itu, di Rembang terdapat sekitar 259 kapal berukuran di atas 30 Gross Tonnage (GT) dan 77 kapal berukuran di bawah 30 GT. Namun, sekitar75% diperkirakan tidak sesuai dengan yang tercantum di dalam dokumen kepemilikan kapal.

Tak hanya itu, Susi mencatat sekitar 50 kapal cantrang diketahui melaut tanpa tanpa izin. “Saya meminta kepada seluruh pemilik kapal di Rembang untuk tidak melaut sebelum dilakukan pendataan dan verifikasi oleh Tim Khusus,” tegasnya.

Dia pun menuturkan, jika pemilik kapal cantrang kesulitan mengganti alat tangkap karena biaya yang mahal, pemerintah akan membantu fasilitasi permodalan untuk penggantian ke alat tangkap yang ramah lingkungan.

 

 

 

Kuis Katadata

Uji Pengetahuan Anda Tentang Pejuang Kemerdekaan Indonesia

Uji Pengetahuan Anda Tentang Pejuang Kemerdekaan Indonesia