Ini Penjelasan Ditjen Pajak soal Wajib Lapor Rekening Orang Meninggal

Penulis: Yura Syahrul

Minggu 4/3/2018, 00.37 WIB

"Masyarakat tidak perlu khawatir karena pemerintah tidak akan mengenakan pajak atas warisan, melainkan hanya penghasilan yang berasal dari harta warisan."

Pajak e-filling
Arief Kamaludin|KATADATA

Direktorat Jenderal Pajak menegaskan tidak akan mengenakan pajak atas harta warisan, kecuali penghasilan yang berasal dari warisan tersebut. Penegasan ini terkait dengan kabar yang berkembang di masyarakat mengenai kewajiban lembaga keuangan melaporkan rekening milik nasabahnya yang sudah meninggal atau warisan yang belum dibagi kepada Ditjen Pajak.

Seperti diberitakan Katadata.co.id, 27 Februari 2018, kewajiban pelaporan rekening milik orang yang sudah meninggal tersebut tercantum dalam Pasal 7 ayat 2 Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 19 tahun 2018 tentang petunjuk teknis mengenai akses informasi keuangan untuk kepentingan perpajakan --yang merevisi PMK Nomor 70 Tahun 2017. Rekening yang dimaksud meliputi rekening di bank, sub rekening efek di perusahaan efek, polis asuransi, maupun aset keuangan lainnya.

(Baca juga: Rekening Milik Orang Meninggal Wajib Dilaporkan ke Ditjen Pajak)

Menurut Ditjen Pajak, peraturan itu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2017 tentang Akses Informasi Keuangan Untuk Kepentingan Perpajakan yang mewajibkan lembaga keuangan melaporkan data keuangan milik subyek pajak luar negeri (WNA) di Indonesia kepada Ditjen Pajak. Selanjutnya Ditjen Pajak akan menukarkan atau menyampaikannya kepada otoritas pajak negara asal WNA tersebut.

Informasi keuangan yang wajib dilaporkan lembaga keuangan adalah saldo rekening, termasuk saldo rekening milik WNA yang sudah meninggal dunia, dan rekening tersebut belum dibagi kepada ahli waris yang sah. Pelaporan warisan belum terbagi berupa saldo rekening tersebut juga berdasarkan ketentuan dalam Common Reporting Standard (CRS) yang merupakan standar pelaksanaan Automatic Exchange of Information (AEOI).

Dalam ketentuan perpajakan di Indonesia, warisan yang belum dibagi juga merupakan subyek pajak yang harus didaftarkan sebagai wajib pajak tersendiri, menggantikan pewaris yang sudah meninggal dunia. Alasannya, warisan yang belum dibagi dapat menimbulkan penghasilan yang juga merupakan objek pajak.

Sebagai contoh adalah rekening di bank yang mendapatkan penghasilan berupa bunga, yang pajaknya sudah dipotong Pajak Penghasilan (PPh) final oleh bank. Comtoh lain, aset properti yang disewakan dan sudah dipotong PPh Final Pasal 4 (2) oleh penyewa.

Selain itu, kewajiban perpajakan atas penghasilan dari warisan yang belum dibagi harus dilaksanakan, yang dalam hal ini dapat diwakili oleh salah satu ahli waris, pelaksana wasiat, atau pengurus warisan tersebut.

Sedangkan kalau warisan tersebut telah dibagikan, maka kewajiban perpajakannya beralih kepada ahli waris yang sah. Sesuai UU PPh, penghasilan berupa warisan yang diterima ahli waris bukan merupakan objek Pajak Penghasilan.

"Masyarakat tidak perlu khawatir karena pemerintah tidak akan mengenakan pajak atas warisan, melainkan hanya penghasilan yang berasal dari harta warisan," kata Ditjen Pajak dalam siaran persnya, Jumat (2/3). Sedangkan pelaporan warisan belum dibagi berupa saldo rekening oleh lembaga keuangan merupakan bentuk konsistensi dalam pelaksanaan AEOI.

(Baca juga: Pelaporan Rekening Orang Meninggal, Ini Penjelasan Pengamat Pajak)

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analisys (CITA) Yustinus Prastowo mengatakan informasi keuangan yang diberikan ke Ditjen Pajak bukan berarti akan menjadi objek pajak. Informasi tersebut merupakan salah satu bahan untuk membuat profil wajib pajak (profiling).

Jadi, ketika data warisan masuk sistem Ditjen Pajak, data akan diolah dan dianalisis, salah satunya ditandingkan dengan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT).

Meski begitu, Prastowo menilai pemerintah perlu memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai ketentuan tersebut agar tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat. “Kita saja bingung maksudnya apa. Meskipun maksudnya baik, belum semuanya tahu."

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha