Bangkitkan Optimisme, Jokowi Pertama Kali Buka Pertemuan Pelaku Migas

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Muchamad Nafi

Rabu 2/5/2018, 10.17 WIB

“Tolong sampaikan ke menteri. Kalau menteri tak sanggup, sampaikan ke saya,” kata Jokowi.

Jokowi
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo berpidato dalam pertemuan awal tahun pelaku industri jasa keuangan 2017 di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/1).

Ada yang berbeda dari perhelatan akbar tahunan Indonesian Petroleum Association (IPA). Hari ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadir -pukul 08.55  WIB di Jakarta Convention Center- membuka hajatan industri minyak dan gas tersebut. Ini merupakan kehadiran Jokowi yang pertama kali di Konvensi dan Pameran IPA ke-42 Tahun 2018 (IPA Convex 2018) sejak menjabat presiden pada 2014.

Jika melihat ke belakang, IPA selalu mengundang Jokowi untuk hadir membuka acara itu sejak 2015. Namun, orang nomor satu di Indonesia itu selalu berhalangan hingga tahun lalu. Alhasil, untuk membuka IPA 2015-2017, Jokowi selalu digantikan oleh para pembantunya di kabinet.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Misalnya, Pembukaan IPA ke-39 pada 2015 diwakili Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Dwisuryo Indroyono Soesilo. Tahun berikutnya, pembukaan IPA ke-40 dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution yang juga menggantikan posisi Jokowi. Adapun pada tahun lalu, pembukaan IPA ke -41 dibuka oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. 

Jokowi mengatakan senang bisa hadir di perhelatan ini. “Sangat bahagia sekali pagi ini bisa hadir dalam pameran IPA, media industri migas yang paling terkenal dan paling elite,” kata Jokowi, Rabu (2/5). (Baca juga: Investor Migas Nilai Aturan Baru Blok Habis Kontrak Bisa Jaga Produksi).

Ia pun menyinggung  peran pemerintah terhadap masalah sektor hulu migas. Pemerintah sudah berupaya agar sektor ini semakin menarik untuk investasi, salah satunya dengan memangkas perizinan di sektor migas. Apabila masih ada masalah perizinan yang mengganjal, ia meminta dapat dibicarakan di forum IPA ini.

Bahkan, jika ada perizinan yang sulit disederhanakan, Jokowi siap menampung secara langsung masukan dari pelaku industri. “Tolong sampaikan ke menteri. Kalau menteri tak sanggup, sampaikan ke saya,” kata Jokowi. (Baca: Pemerintah Siapkan Insentif Fiskal untuk Sektor Hulu Migas).

Dalam acara ini, hadir pula beberapa pejabat negara lain seperti Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimoeljono, dan Menteri ESDM Ignasius Jonan. Selain itu ada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Terlihat juga Presiden IPA Ronald Gunawan dan Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno.

Pada tahun ini, IPA mengangkat tema “Driving Indonesia’s Oil and Gas Global Competitiveness”. Rencnanya, kegiatan ini berlangsung selama tiga hari dari 2-4 Mei 2018 di Jakarta Convention Center, Jakarta. (Lihat pula: SKK Migas Ungkap Potensi Pengembangan Ladang Migas di Indonesia).

Presiden IPA Ronald  Gunawan mengatakan tema tersebut dipilih dengan mempertimbangkan kondisi sektor hulu migas Indonesia yang terus mengalami penurunan produksi sehingga perlu cara untuk menarik investasi. “Sehingga perlu meningkatkan daya saing Indonesia secara global,” kata Ronald.