Presiden Jokowi Tambah Empat Staf Khusus, Begini Profilnya

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Yuliawati

Selasa 15/5/2018, 18.56 WIB

"Keputusan Presiden sudah ditandatangani dan sudah berlaku, tidak perlu dilantik (lagi),"

jokowi
Katadata | Arief Kamaludin
Presiden Jokowi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menambah empat staf khusus untuk membantu tugas-tugas presiden. Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyebut empat staf khusus Jokowi tersebut diangkat lewat keputusan presiden.

"Keputusan Presiden sudah ditandatangani dan sudah berlaku, tidak perlu dilantik (lagi)," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (15/5).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Berikut profil empat staf khusus tersebut:

1. Abdul Ghofar Rozin

Abdul merupakan putranya dari ulama kharismatik asal Pati almarhum KH Mohammmad Ahmad Sahal Mahfudz yang akan mendampingi Jokowi di berbagai acara keagamaan di pesantren. Abdul melanjutkan jejak ayahnya mengelola pesantren Ma'had Aly Fi Ushul Al-fiqh. Dia mengembangkan pembelajaran keislaman yang lebih banyak menggunakan pola pendekatan kultural, serta memprioritaskan wawasan kebangsaan dan Nusantara.

2. Siti Ruhaini Dzuhayatin

Siti Ruhaini akan menjadi staf khusus bidang keagamaan internasional. Siti menjabat Ketua Pusat Studi Wanita (PSW) UIN Yogyakarta dan mantan anggota Majelis Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam Muhammadiyah.

"Siti Ruhaini beliau latar belakangnya luar biasa di bidang (keagamaan internasional) itu," kata Pramono.

3. Adita Irawati

Adita yang menjadi staf khusus pembenahan komunikasi Kementerian dan Lembaga yang pernah menjabat Vice President Corporate Communication Telkomsel. Alasan dipilihnya Adita karena kehumasan K/L saat ini masih menggunakan pola lama. Sementara saat ini dibutuhkan staf khusus yang mengikuti perkembangan media terbaru.

4. Ahmad Erani Yustika

Ahmad Erani merupakan mantan Inspektur Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Erani terpilih lantaran yang bersangkutan merupakan profesor ekonomi yang memahami juga masalah dana desa sehingga relevan untuk membantu pengelolaan dana desa yang mencapai Rp 60 triliun. "Beliau paham sehingga diperlukan," kata Pramono.

Reporter: Ameidyo Daud