Densus 88 Buru Jaringan Teroris Pendukung ISIS di Berbagai Daerah

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Yuliawati

Rabu 16/5/2018, 17.54 WIB

Polisi menangkap tiga terduga teroris di Tangerang yang terkait JAD Jakarta.

Serangan Polda Riau
ANTARA FOTO/FB Anggoro
Sejumlah petugas kepolisian bersiaga pascapenyerangan di Polda Riau, Pekanbaru, Riau, Jumat (16/5/2018).

Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri bersama Kepolisian Resor Tangerang menangkap tiga orang terduga teroris di kawasan Tangerang, Banten, Rabu (16/5). Penangkapan ini merupakan rangkaian aksi polisi mengejar jaringan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang merupakan pendukung ISIS di Indonesia.

Polisi menemukan bukti keterlibatan JAD di balik serangan bom bunuh diri di Surabaya, Jawa Timur. Hingga kini, polisi menangkap 14 terduga teroris yang terkait jaringan JAD di Jawa Timur. Selain itu polisi memburu jaringan JAD di Kota Tanjungbalai dan Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

 (Baca juga: Jejak Teror dari Kerusuhan Mako Brimob ke Ledakan Bom di Surabaya)

Hari ini, polisi menangkap terduga teroris berinisial MC, G, dan A di Jalan Gempol Raya, Kunciran, Kecamatan Pinang dan Klaster Ubud 2 Perumahan Duta Bintaro.

"Ini kelompok JAD (Jamaah Ansharut Daulah) Jakarta," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen (Pol) Setyo Wasisto di kantornya, Jakarta, Rabu (16/5).

Setyo mengatakan, penangkapan ketiga terduga teroris itu awalnya dimulai dengan penggerebekan atas satu rumah kontrakan di Jalan Gempol. Rumah tersebut digunakan untuk usaha permak bahan jins. Dari penggerebekan di lokasi tersebut, polisi menangkap seorang terduga teroris dan seorang perempuan untuk dimintai keterangannya.

Polisi pun bergerak ke Klaster Ubud 2 Perumahan Duta Bintaro untuk menangkap dua orang terduga teroris lainnya. Kemudian, polisi bergerak ke kompleks Perumahan Kunciran Mas Permai, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang untuk pengembangan selanjutnya.

(Baca juga: Polisi Deteksi Narapidana Terorisme Mengajak Serang Mako Brimob)

Setyo mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman atas penangkapan ketiga terduga teroris. Upaya yang telah dilakukan polisi yakni olah tempat kejadian perkara, sterilisasi dengan memasang garis polisi, serta menutup jalan sekitar 100 meter dari lokasi.

Sejak kerusuhan di Mako Brimob, terjadi lima serangan teror beruntun di Surabaya, Jawa Timur selama dua hari. Ledakan bom di berbagai lokasi ini menyebabkan 12 warga sipil tewas dan 41 orang menderita luka. Pagi tadi Mapolda Riau pun menghadapi serangan lima terduga teroris yang menggunakan senjata tajam. Seorang polisi meninggal dunia dan empat terduga teroris tewas. 

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan ISIS global sedang dalam keadaan terpojok sehingga memerintahkan jaringannya menyerang di seluruh dunia termasuk di Indonesia.

Direktur Pelaksana Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikalisasi (PAKAR) Adhe Bhakti menyatakan dari pantauan lembaganya, sejak kerusuhan Mako Brimob terlihat komunikasi yang intensif di antara kelompok pro-ISIS.

Komunikasi ini, menurut Adhe, tak hanya terjalin di antara kelompok JAD pimpinan Aman Abdurahman, fraksi ISIS terbesar yang didirikan 2015. Namun juga terjalin antara pro-ISIS dari fraksi yang berbeda. "Muncul semacam senasib sepenanggungan melihat para narapidana di dalam penjara yang dianggap berjuang," kata Adhe.

Selain kelompok pimpinan Aman, Adhe menyebut juga terdapat beragam fraksi ISIS, di antaranya pimpinan Abdurrohim alias Abu Husna di Jawa Tengah yang merupakan eks Jemaah Islamiyah. "Banyak fraksi kelompok ISIS, tidak hanya JAD," kata dia.

 

(Baca juga: Terduga Teroris Serang Mapolda Riau Gunakan Senjata Tajam)