Pertamina Buka Tawaran Bermitra di Dua Blok Migas

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

Rabu 16/5/2018, 19.22 WIB

Pertamina ingin tetap menjadi mayoritas dan operator di Blok Raja dan Pendopo; dan Jambi Merang.

Sumur Minyak
Chevron

 

PT Pertamina (Persero) membuka tawaran kepada kontraktor lain untuk bermitra dengannya di Blok Jambi Merang dan Raja dan Pendopo. Tujuannya untuk mengurangi risiko dalam mengelola kedua blok tersebut.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Corporate Secretary Pertamina Syahrial mengatakan ada banyak tantangan dalam mengelola blok migas. Jadi, dengan menggandeng mitra Pertamina bisa terbantu dari segi teknologi dan pendanaan ketika mengoperasikan blok migas itu.

Namun sejauh ini belum ada perusahaan migas mengajukan tawaran menjadi mitra Pertamina di dua blok tersebut. "Di blok-blok migas kami semua terbuka untuk bermitra," kata dia kepada Katadata.co.id, Rabu (16/5).

Syahrial mengatakan dalam bermitra nanti, Pertamina juga memiliki syarat. Di antaranya adalah Pertamina tetap menjadi mayoritas dalam memegang hak kelola dan menjadi operator di blok tersebut.

Akan tetapi, besaran hak kelola yang akan dibagi ke mitra belum diputuskan. "Berapa kami lepas tergantung kebijakan sama partner," ujar Syahrial.

Pekan lalu Kementerian ESDM menyerahkan dua blok migas habis kontrak 2019 kepada Pertamina. Blok itu adalah Blok Jambi Merang dan Raja dan Pendopo. Nantinya kontrak blok itu akan ditandatangani dengan kontrak Gross Split. 

Pada kontrak saat ini, Pertamina Hulu Energi Jambi Merang hanya memiliki hak kelola 50%. Kemudian ada Repsol 25% dan sisanya Pacific Oil & Gas (Jambi Merang) Limited. Adapun, operatornya adalah Badan Usaha Bersama (Joint Operating Body/JOB) Pertamina-Talisman Jambi Merang.

Nantinya setelah kontrak baru, Di Blok Jambi Merang Pertamina akan  mendapatkan bagi hasil (split) untuk minyak sebesar 46,5% untuk Pertamina, dan pemerintah mendapatkan 53,5%. Sementara untuk gas Pertamina memperoleh split 51,5% dan pemerintah mendapatkan 48,5%.

Sementara itu di Blok Raja dan Pendopo, Pertamina harus berbagi dengan PT Golden Spike Energy Indonesia masing-masing 50%. Operator lamanya adalah JOB Pertamina-Golden Spike Energy Indonesia, Ltd. Namun, di kontrak baru Golden Spike memutuskan tidak memperpanjang kontrak.

Di kontrak baru Blok Raja dan Pendopo Pertamina mendapatkan bagi hasil 46% untuk minyak, dan 54% pemerintah. Gasnya 51% untuk Pertamina, dan 49% untuk pemerintah.

(Baca: Kementerian ESDM Putuskan Pengelola Empat Blok Habis Kontrak 2019)

Direktur Jenderal Migas Djoko Siswanto mengatakan penambahan dua blok terminasi ini akan meningkatkan kontribusi Pertamina terhadap produksi migas nasional menjadi 39% dari sebelumnya hanya 20%. "Kami berharap Pertamina bisa mempertahankan produksi ini," kata dia pekan lalu.

Reporter: Anggita Rezki Amelia