Premier Oil Akan Lakukan Survei Seismik 3D di Andaman II Tahun Ini

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

Rabu 16/5/2018, 19.03 WIB

Setelah survei seismik selesai, Premier akan mengebor sumur eksplorasi tahun 2021.

Rig
Katadata

Premier Oil akan melakukan survei seismik tiga dimensi (3D) di Blok Andaman II, Aceh. Blok ini merupakan hasil lelang blok minyak dan gas bumi (migas) tahun lalu.

Mengutip situs resminya, setelah dilakukan kegiatan seismik Dua Dimensi (2D), Premier telah mengidenfitikasi banyak potensi yang signifikan di Blok Andaman II yang sebelumnya dilakukan Premier. Potensi ini menunjukkan indikator adanya hidrokarbon.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Ke depan untuk membuktikan hidrokarbon itu, Premier tahun ini akan melakukan seismik 3D. “Rencana ke depan adalah melakukan seismik 3D tahun 2018 untuk lebih meningkatkan prospek itu,” dikutip, Rabu (16/5).

Setelah proses seismik selesai, Premier akan melakukan pengeboran di sumur eksplorasi. Pengeboran itu targetnya bisa terlaksana 2021.

Sebagai gambaran kontrak Blok Andaman II menggunakan skema kontrak Gross Split dan telah diteken 5 April 2018 lalu. Andaman II berlokasi di laut Andaman di sebelah utara Aceh. Blok ini dimenangkan oleh Konsorsium Premier Oil Andaman Limited - KrisEnergy (Andaman II) Ltd - Mubadala Petroleum (Andaman 2) RCS Ltd.

Di blok ini, konsorsium melakukan kegiatan di tiga tahun pertama dengan total investasi senilai US$ 7,550 juta. Dana itu untuk satu studi Geologi & Geofisika (G&G) dan kegiatan seismik 3D sepanjang 1.850 km2. Kemudian bonus tandatangan yang disetor konsorsium itu pada pemerintah sebesar US$ 1 juta.

(Baca: Di Balik Menangnya Konsorsium Premier Atas Repsol dan EMP di Andaman)

Adapun saat ini, Premier Oil juga memiliki beberapa wilayah kerja lainnya di Indonesia, diantaranya di perairan Natuna yakni Natuna Sea Blok A. Di blok ini Premier memegang hak kelola 28,67% dan bertindak sebagai operator.

Premier juga mengelola blok Tuna yang ada di Laut Natuna Utara. Perusahaan ini memiliki hak kelola sebesar 65% dan bermitra dengan MOECO (25%) dan GS Energy (15%).

Sementara itu, produksi Premier di Indonesia sejak 1 Januari hingga 31 Maret 2018 mencapai 14,2 Kboepd. Angka ini stagnan daripada periode yang sama tahun lalu.