Tinggalkan Golkar, Titiek Soeharto Pilih Jadi Oposisi Jokowi

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Yuliawati

Senin 11/6/2018, 19.49 WIB

Dengan hengkangnya Titiek, Golkar dinilai perlu lebih bekerja keras. Akar rumput pendukung Golkar sangat dipengaruhi keluarga Soeharto.

Tommy Soeharto
ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha
Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto (ketiga kiri) saat pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) III Partai Berkarya di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (10/3/2018).

Politisi senior Partai Golkar Siti Hediyati Hariyadi alias Titiek Soeharto berpindah haluan mendukung Partai Berkarya yang dipimpin oleh adiknya, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto. Titiek meninggalkan Golkar yang merupakan partai pendukung pemerintahan, dan memilih beroposisi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Titiek resmi mendeklarasikan dirinya masuk Berkarya di Desa Kemusuk, Yogyakarta, Senin (11/6). Kabar ini dibenarkan oleh Ketua DPP Berkarya, Badaruddin Andi Pinucang melalui pesan singkat. "Betul," kata Andi.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Dalam keterangan tertulisnya, Titiek mengatakan alasan beralihnya dia ke Partai Berkarya untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Titiek menyatakan prihatin dengan keadaan bangsa saat ini.

(Baca juga: Titiek Soeharto Jadi Wakil Ketua MPR, Airlangga Tepis Hasil Negosiasi)

 

Dia mengkritik pemerintah yang membuka keran tenaga kerja asing di saat ada tujuh juta pengangguran di Indonesia. Dia juga mengkritik pemerintahan lantaran membuka impor, padahal sumber daya alam Indonesia kaya.

Hal lain yang dikritiknya mengenai maraknya penyelundupan narkotika di Indonesia. Menurut Titiek, kondisi itu menyedihkan karena pemerintah tak berkomentar sedikit pun mengenai hal tersebut.

Titiek pun mengatakan tak bisa tinggal diam melihat kondisi tersebut sebagai anak biologis Soeharto. Namun begitu, Titiek mengaku tak bisa banyak mengkritik karena selama ini menjadi kader Golkar yang mendukung pemerintah.

"Oleh karena itu saya memutuskan untuk keluar dari Partai Golkar dan memilih untuk memperjuangkan kepentingan rakyat melalui Partai Berkarya," kata Titiek.

(Baca juga: Menakar Mimpi Besar Tommy Soeharto Jadi Capres di Pemilu 2019)

Atas pilihannya tersebut, Titiek menyadari jika harus melepas keanggotaannya di DPR. Dia juga berterima kasih kepada Golkar yang selama ini telah menempanya menjadi politikus perempuan yang diperhitungkan di Indonesia.

Menurutnya, Golkar saat ini sudah memiliki banyak politikus handal. Alhasil, dia merasa tak dibutuhkan oleh Golkar. "Tapi saya sangat dibutuhkan oleh Partai Berkarya," kata Titiek.

Ketua DPR sekaligus politisi Golkar, Bambang Soesatyo menyatakan prihatin dan menyayangkan mundurnya Titiek. Kendati, dia menghormati keputusan Titiek.

Dengan hengkangnya Titiek, Bambang menilai Golkar perlu lebih bekerja keras. Alasannya, akar rumput pendukung Golkar sangat dipengaruhi Soeharto sebagai pendirinya. Titiek dianggap menjadi salah satu tokoh yang memiliki kaitan kuat dengan Soeharto karena merupakan anak kandungnya.

"Pak Harto tokoh Golkar dan menjadi panutan di Golkar dan tentu kami kader hrus kerja keras meningkatkan elektabilitas Golkar," kata Bambang.

(Baca juga: Tommy Soeharto Gaet Petinggi Golkar Jadi Sekjen Partai Berkarya)

 

Dia pun berharap agar kader Golkar tak ada lagi yang mengikuti jejak Titiek beralih ke Berkarya. Menurut Bambang, Golkar merupakan rumah yang harus dibesarkan bersama-sama seluruh kadernya.

"Saya berharap tidak ada lagi loncat pagar partai Golkar," kata Bambang.

Sebelum perpindahan Titiek, Tommy merekrut politisi senior Golkar mantan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso. Priyo yang selama ini menjadi pengurus Partai Golkar mendapat tawaran sebagai Sekretaris Jenderal Partai Berkarya.