Indonesia Menangkan Kasus Iklan Sawit di Prancis

Penulis: Michael Reily

Editor: Ekarina

Rabu 27/6/2018, 10.00 WIB

Indonesia berhasil mempertahankan citra minyak kelapa sawit sebagai produk berkelanjutan dan ramah lingkungan dengan dimenangkannya sengketa di Prancis.

Kelapa Sawit
ANTARA FOTO/Rahmad
Pekerja merontokkan buah kelapa sawit dari tandannya di Desa Sido Mulyo, Aceh Utara, Aceh, Kamis (26/10). Para pekerja manyoritas kaum perempuan mengaku, dalam sehari mereka mampu memisahkan dan merontokkan biji kelapa sawit sebanyak 250 kilogram dengan upah Rp200 per kilogram atau menerima upah Rp.50 ribu perhari.

Pemerintah Indonesia memenangkan gugatan iklan minyak kelapa sawit  di Lyon, Prancis pada 15 Juni 2018. Komisi etika periklanan Prancis (Jury de Deontologie Publicitaire/JDP) memutuskan iklan minyak kelapa sawit yang dipublikasikan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Lyon tidak melanggar aturan.

“Hasil keputusan JDP adalah kemenangan legal bagi Indonesia karena keputusan JDP tidak memenuhi keluhan pelapor yang menganggap iklan ITPC Lyon tidak benar dan tidak berdasar,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan, dalam keterangan resmi, Selasa (26/6).

Oke menjelaskan Indonesia berhasil mempertahankan citra minyak kelapa sawit Indonesia sebagai produk berkelanjutan dan ramah lingkungan dengan dimenangkannya sengketa di Prancis. Namun, dia juga mengingatkan agar Indonesia tetap mengawal isu minyak kelapa sawit, terlebih di tengah langkah upaya pembatasan  impor minyak kelapa sawit oleh Uni Eropa.

(Baca : Indonesia Minta Klarifikasi Impor Sawit Eropa 2030 melalui WTO)

November 2017, ITPC Lyon milik Indonesia mempublikasikan iklan dengan informasi 'L’huile de palme Indonésienne est plus durable et plus écologique' yang berarti 'Minyak kelapa sawit Indonesia lebih berkelanjutan dan lebih ramah lingkungan'. Iklan pun dilaporkan ke JDP  pada 25 November 2017 sebagai pernyataan yang tidak benar dan tidak berdasar. Kasus terus bergulir sampai sesi dengar pendapat, 1 Juni 2018.

Delegasi Indonesia dipimpin Direktur Pengamanan Perdagangan, Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, Pradnyawati. Selain itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), dan Sekretariat Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) juga ikut dalam sesi dengar pendapat.

Ada dua keputusan JDP yang memenangkan gugatan kasus iklan minyak kelapa sawit. Pertama, data dan dokumen yang disampaikan oleh ITPC Lyon selama pemeriksaan menunjukkan adanya evolusi undang-undang dan sertifikasi produksi minyak kelapa sawit di Indonesia. Meski begitu, informasi memang tidak dicantumkan dengan jelas dalam iklan.

Kedua, aduan pelapor tidak menjadi bagian dari keputusan JDP. Alhasil, JDP menyetujui secara substantif bahwa iklan ITPC Lyon tidak menyalahi aturan penggunaan terminologi pembangunan berkelanjutan. “Kuasa hukum Indonesia melihat bahwa JDP tidak menganggap iklan tersebut menyesatkan atau tidak benar, seperti yang dituduhkan oleh pelapor,” ujar Oke.

(Baca : Uni Eropa Buka Impor Sawit Hingga 2030)

Sebaliknya, JDP meminta kejelasan pesan iklan minyak kelapa sawit Indonesia dengan menggaris bawahi dua poin. Setelah keputusan dibacakan, pelapor dan terlapor diberi waktu 15 hari kerja mulai tanggal 15 Juni 2018 untuk mengajukan banding sebelum keputusan tersebut dipublikasikan di situs JDP.

Pertama, pengiklan harus menunjukkan kegiatan atau produk memiliki kualitas seperti yang diklaim. Kedua, harus menyertakan penjelasan yang  jelas, dapat dibaca atau didengar, dan memenuhi persyaratan penyebutan rekomendasi sesuai otoritas periklanan Prancis (de l'Aurhorite de regulation professionnelle de la publicite/ARPP).

Sementara itu, karena kebijakan reposisi kantor-kantor perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri yang diterapkan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, kantor ITPC Lyon resmi ditutup pada 1 Mei 2018 dan segera dipindahkan ke Istanbul, Turki. Kasus pun diselesaikan oleh pemerintah.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha