Kementerian PUPR Targetkan 9 Proyek Bendungan Rampung Tahun Ini

Penulis: Safrezi Fitra

28/6/2018, 10.31 WIB

“Dengan adanya suplai air dari bendungan, petani yang sebelumnya hanya satu kali tanam setahun, nantinya akan bisa 2-3 kali,” kata Menteri Basuki.

Jokowi Bendungan Karian
Biro Pers - Sekretariat Presiden

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pengerjaan sembilan proyek bendungan bisa rampung tahun ini. Sembilan bendungan ini telah dimulai pembangunannya sejak 2014.

Sembilan proyek tersebut adalah Bendungan Rotiklot di Nusa Tenggara Timur (NTT) serta Bendungan Tanju, Mila, dan Bintang Bano di Nusa Tenggara Barat (NTB). Kemudian Bendungan Gondang dan Logung di Jawa Tengah, Bendungan Sei Gong di Batam, Bendungan Sindang Heula di Banten, serta Bendungan Paselloreng di Sulawesi Selatan. 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan dalam periode 2015-2019 kementeriannya menargetkan pembangunan 65 bendungan. Proyek ini terdiri dari 49 bendungan baru dan 16 bendungan yang merupakan kelanjutan proyek pemerintahan sebelumnya.  

“Pembangunan bendungan, embung dan infrastruktur sumber daya air lainnya adalah upaya mencapai ketahanan air dan kedaulatan pangan yang merupakan bagian dari Nawacita Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla,” kata Basuki dalam keterangannya, Kamis (28/6). (Baca: 68 Proyek Infrastruktur Strategis Ditargetkan Rampung 2016-2019)

Saat ini progres pembangunan Bendungan Gondang di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah yang tengah dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini telah mencapai 82,55%. Bendungan dengan kapasitas tampung 9,15 juta m3 ini ditargetkan rampung pada akhir tahun 2018. 

Bendungan Gondang yang dibangun sejak tahun 2014 akan mengairi irigasi seluas 4.680 hektare. Sebagian besar akan mengairi lahan pertanian di Kabupaten Sragen dan lainnya akan mengalir ke Kabupaten Karanganyar. “Dengan adanya suplai air dari bendungan, petani yang sebelumnya hanya satu kali tanam setahun, nantinya akan bisa 2-3 kali,” kata Menteri Basuki.

(Baca: Tiga Proyek Irigasi Strategis Akan Rampung Tahun Ini)

Manfaat lain yakni menjadi sumber air baku dengan debit 200 liter per detik. Air baku ini bisa dimanfaatkan bagi 200.000 orang masyarakat sekitar, pengendali banjir, pembangkit listrik mikrohidro berkapasitas 0,2 megawatt, destinasi wisata dan menjadi kawasan konservasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Garuda. Bendungan Gondang dibangun dengan biaya Rp 657 miliar dengan kontraktor pelaksana PT Waskita Karya. 

Selain Bendungan Gondang, Kementerian PUPR Embung Giriroto di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Embung yang dibangun seluas 1,3 hektare dengan kapasitas tampungan air 48.000 meter kubik ini direncanakan mampu mengairi lahan irigasi seluas 74 hektare. Pembangunan embung Giriroto dimulai sejak bulan April 2018 dan ditargetkan selesai akhir tahun 2018 dengan biaya pembangunan sebesar Rp 12,14 miliar. 

Sejak tahun 2015 hingga 2017, Kementerian PUPR telah membangun 847 embung diberbagai wilayah dengan anggaran sebesar Rp 2,44 triliun. Tahun ini, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 658,47 miliar untuk membangun 108 embung. Rencananya akan ada tambahan pembangunan sebanyak 133 embung pada tahun depan. 

Sebagai upaya mempercepat pembangunan embung dan penampung air lainnya di desa, Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan instruksi (Inpres) Nomor 1 tahun 2018. Dalam Inpres tersebut Menteri PUPR ditugaskan untuk menetapkan pedoman perencanaan, spesifikasi teknis, dan perhitungan standar harga satuan untuk pembangunannya.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan