Kegiatan Pengeboran Tetap Lesu meski Harga Minyak Naik

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

6/7/2018, 20.37 WIB

Kegiatan pengeboran sumur eksplorasi masih 10% dari target.

Pekerja migas
Dok. ExxonMobil

Kegiatan pengeboran sumur minyak dan gas bumi (migas) selama Semester I tahun 2018 masih di bawah target. Padahal harga minyak mengalami tren kenaikan sejak awal tahun.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi mengatakan sejak awal tahun hingga Juni 2018, pengeboran sumur eksplorasi mencapai 11 sumur. Sementara target tahun ini 104 sumur.

Salah satu penyebab target ini belum tercapai adalah keterbatasan dana dari kontraktor migas. Kendala lainnya yakni perizinan tentang lahan. “Makanya capaiannya kecil," kata Amien di Jakarta, Jumat (6/7).

Tidak hanya pengeboran eksplorasi, kegiatan hulu migas lainnya juga belum mencapai target selama enam bulan terakhir. Realisasi survei seismik dua dimensi (2D) sepanjang 237 kilometer (km), atau 4% dari target rencana kerja dan anggaran (WP&B) tahun ini yang sepanjang 4.666 km.

Realisasi seismik tiga dimensi (3D) selama enam bulan terakhir juga baru mencapai 1.541 km2 dari target 5.382 km2. Adapun sumur pengembangan yang berhasil dibor mencapai 129 dari target 289.

Pengerjaan ulang sumur dari target 637 sumur juga baru berhasil 324 sumur. Kemudian, kegiatan perawatan sumur dari rencana 56.184 kegiatan baru terealisasi 31.151 kegiatan.

Padahal per Juni 2018, harga minyak Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) mencapai US$ 70,36 per barel. Di APBN 2018, ditarget hanya US$ 48 per barel.

Sementara itu, realisasi investasi hulu migas enam bulan terakhir baru mencapai 27%, atau US$ 3,9 miliar dari target US$ 14,2 miliar. Amien pesimistis target itu tercapai. Sampai akhir tahun perkiraannya hanya 78%.

Capaian lifting migas selama enam bulan pertama ini juga hanya 1,923 juta boepd. Padahal target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar 2 juta boepd.

Sementara realisasi pengembalian biaya operasi (cost recovery) hingga Juni 2018 mencapai US$ 5,2 miliar, ini sudah 51% dari target APBN sebesar US$ 10,1 miliar.

(Baca: Lifting Migas Belum Capai Target, Cost Recovery Sudah US$ 5,2 Miliar)

Amien memperkirakan hingga akhir tahun cost recovery bisa bengkak hingga US$ 11,3 miliar. Salah satunya dipengaruhi harga minyak dunia.

Reporter: Anggita Rezki Amelia

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan