Jokowi Putuskan Tak Ada Perubahan APBN Tahun Ini

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Safrezi Fitra

Senin 9/7/2018, 20.19 WIB

Pemerintah memprediksi defisit anggaran tahun ini hanya 2,12%, masih dibawah target yang ditetapkan APBN sebesar 2,19%.

jokowi
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan tidak ada perubahan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun ini. Alasannya, pemerintah memprediksi postur APBN 2018 relatif terjaga dari sisi penerimaan, belanja, serta defisit anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan defisit yang direncanakan dalam APBN 2018 mencapai 2,19 persen. Namun, dengan melihat kondisi yang ada sekarang, defisit anggaran hingga akhir tahun diperkirakan hanya mencapai 2,12 persen.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

"Makanya, Bapak Presiden menyampaikan tidak melakukan APBN-P 2018," kata Sri Mulyani di Istana Bogor, Jakarta, Senin (9/7). (Baca: Keseimbangan Primer Surplus, Sri Mulyani: Bukti Utang Terkontrol)

Selain defisit anggaran yang tetap terjaga, Sri juga memprediksi negara hingga akhir tahun ini mencapai Rp 1.903 triliun. Prediksi ini lebih tinggi Rp 8,3 triliun dari target APBN 2018.

Belanja negara hingga akhir 2018 diproyeksikan sebesar Rp 2.217,3 triliun, hanya selisih Rp 3,4 triliun dari target awal. Angka tersebut akan berkontribusi terhadap prediksi defisit anggaran sebesar Rp 314,2 triliun atau di bawa APBN 2018 yaitu Rp 325,9 triliun.

"Lalu keseimbangan primer outlook-nya Rp 64,8 triliun atau lebih kecil dari APBN (2018) yaitu Rp 87,3 triliun," kata dia. 

(Baca: SUN Mahal, Pemerintah Tambah Pinjaman Multilateral Rp 7 Triliun)

 

 

Dengan ketiadaan APBN Perubahan, pemerintah tetap akan menggunakan instrumen fiskal untuk menjaga ekonomi dari tekanan ekonomi global. Sri mengatakan pihaknya akan terus mengkaji sektor mana saja yang memerlukan dukungan fiskal ini.

"Agar mereka dapat kesempatan meningkatkan ekspor dan mengelola impor, agar tidak meningkatkan tekanan (terhadap) keseimbangan eksternal," kata dia.

Jokowi meminta pencapaian APBN dalam semester I ini tetap dijaga, mengingat tekanan global yang masih terjadi. Dia tetap memerintahkan Kementerian dan Lembaga (K/L) fokus menyelesaikan program-program yang telah direncanakan.

"Pastikan pelaksanaan program dan proyek strategis segera dieksekusi tepat waktu," kata Jokowi. (Baca: Luhut Akan Minta Anggaran Khusus untuk Pengelolaan Sampah)

Keputusan pemerintah tidak mengubah APBN 2018 merupakan hasil rapat terbatas hari ini. Jokowi mengumpulkan jajaran kabinetnya untuk rapat terbatas di Istana Bogor. Rapat ini membahas realisasi APBN 2018 dan perkiraannya hingga akhir tahun.

Rapat ini akhirnya memutuskan pemerintah tidak perlu melakukan perubahan anggaran tahun ini.  Sri Mulyani mengatakan dirinya akan membawa hasil rapat ini ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan membahasnya bersama anggota parlemen.