Garuda Indonesia dan Citilink Sabet Gelar Maskapai Terbaik TripAdvisor

Penulis: Desy Setyowati

Editor: Pingit Aria

Rabu 11/7/2018, 22.09 WIB

Garuda Indonesia dan Citilink akan mengkaji potensi penambahan rute regional.

Target GATF Surabaya
ANTARA FOTO/Moch Asim
Pengunjung memesan tiket di agen perjalanan pada Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2017 di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (10/3). GATF 2017 yang diselenggarakan 10-12 Maret 2017 tersebut menargetkan total penjualan sebesar Rp28 miliar dengan target pengunjung sebanyak 30.000 orang.

Situs perjalanan global, TripAdvisor untuk kedua kalinya menobatkan Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan terbaik di Indonesia. Sementara Citilink menyabet gelar maskapai berbiaya rendah terbaik di Asia.

Penghargaan tersebut berdasarkan survei pemeringkatan oleh TripAdvisor, yang diumumkan pada 9 April 2018 lalu. Dalam survei tersebut, Garuda Indonesia juga masuk nominasi pemenang pilihan wisatawan kategori major carriers dan economy class di Asia.

Menurut President, Flights and Cruise TripAdvisor Bryan Saltzburg menyatakan, persaingan di industri penerbangan saat ini kian ketat. "Penghargaan ini diberikan karena kualitas pelayanannya yang memang baik," kata dia di Kantor Garuda Indonesia, Jakarta, Rabu (11/7).

Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N Mansury menyampaikan, penghargaan ini merupakan tantangan bagi perusahaan untuk memberikan layanan berkualitas secara konsisten. "Kami tengah melakukan berbagai program dan inovasi yang berkesinambungan untuk meningkatkan layanan," ujarnya.

(Baca juga: Cuti Panjang, Ratusan Ribu Warga Indonesia Berlibur ke Luar Negeri)

Salah satu strategi yang akan dijalankan Garuda Indonesia adalah menambah rute penerbangan baru. Direktur Layanan Garuda Indonesia Nicodemus Panarung Lampe mengatakan, perusahaannya tengah menjajaki pasar di Asia Tenggara. "Kami belum banyak ke sana, seperti Manila, Filipina. Kami akan eksplorasi," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Citilink Juliandra Nurtjahjo mengatakan, keberhasilan perusahaan menyabet gelar maskapai berbiaya rendah terbaik di Asia adalah karena keramahtamaan staf dan ketepatan waktu di atas 80%. Selain itu, penghargaan ini didapat karena keamanan dan kebersihan kabin pesawat baik. "Ini membuka peluang kami untuk terus bersaing dan melebarkan sayap ke pasar regional," ujarnya.

Direktur Niaga Citilink Indonesia Andy Adrian menambahkan, perusahaannya juga terus menjajaki rute-rute baru di Tanah Air. Sebab, kajian internal menunjukkan bahwa mayoritas konsumen adalah millenial. Yang menarik, generasi ini menabung untuk biaya bepergian dan mengeksplorasi objek wisata baru. "Ini peluang bagi kami," kata dia.

Oleh karenanya, Citilink fokus mengembangkan rute baru di dalam negeri. Salah satu wilayah yang banyak dikunjungi baru-baru ini adalah Banyuwangi, karena kaya akan wisata alam dan atraksi. "Kami melakukan inovasi baru dengan membuka (banyak) channel distribusi," ujar dia.

(Baca juga: Menhub Akan Minta Pertamina Turunkan Harga Avtur)

Tahun ini, Citilink menargetkan 15 juta penumpang atau meningkat dibanding realisasi 2017 yang hanya 11 juta orang. Hingga saat ini, Citilink sudah mengangkut sekitar 7,5 juta penumpang. Oleh karenanya, ia optimistis target tersebut bisa tercapai. Apalagi, tingkat utilisasi Citilink hampir selalu 90%.

Adapun pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), menurutnya tak berpengaruh banyak terhadap operasional. Justru yang paling berpengaruh adalah kenaikan harga bahan bakar. Untuk itu, Citilink rajin menyesuaikan tarif agar tidak merugi, namun tetap sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Reporter: Desy Setyowati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha