Semester I 2018, HK Dapat Kontrak Proyek Baru Rp 13,39 Triliun

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Safrezi Fitra

Rabu 11/7/2018, 19.32 WIB

Perolehan pendapatan HK sepanjang semester I tahun ini melonjak 86,5% dan labanya naik 67,1%

Hutama Karya
Arief Kamaludin (Katadata)

PT Hutama Karya (HK) mengklaim telah memperoleh kontrak proyek baru, sebesar Rp 13,39 triliun sepanjang enam bulan pertama tahun ini. Sedangkan proyek yang sudah dimenangkan sebesar Rp 15,94 triliun.

"Kontrak baru tersebut diperoleh dari proyek- proyek dengan jenis pekerjaan seperti, jalan dan jembatan, gedung, prasarana perhubungan, EPC (rekayasa, pengadaan, dan konstruksi), serta properti," kata Direktur Keuangan HK Anis Anjayani dalam keterangannya, Rabu (11/7).

Secara lebih rinci, Anis menjelaskan nilai masing-masing proyek tersebut antara lain, jalan dan jembatan sebesar Rp 6,70 triliun. Kemudian gedung sebesar Rp 770 miliar, prasarana perhubungan Rp 590 miliar, EPC sebesar Rp 5,31 triliun, dan properti Rp 20 miliar.

(Baca: Kementerian BUMN Ajukan Tambahan Modal untuk PLN dan Hutama Karya)

Untuk menyelesaikan proyek-proyek ini, HK menggunakan pendanaan dari kas internal perusahaan sebesar Rp 8,6 triliun. Ekuitas tersebut akan ditingkatkan untuk mendapatkan pendanaan dari perbankan, sehingga perusahaan dapat menghasilkan pendapatan lebih besar.

HK memiliki plafon pendanaan dari perbankan berupa cash loan dan obligasi sebesar Rp 2,7 triliun. Saat ini, HK dalam proses untuk meningkatkan kapasitas cash loan sebesar Rp 600 miliar menjadi Rp 3,3 triliun. Selain itu, mereka juga meningkatkan pendanaan non-cash loan dari Rp 6,1 triliun menjadi Rp7,4 triliun.

"Plafon ini cukup untuk memenuhi kebutuhan pelaksanaan proyek yang sudah didapat, maupun proyek yang akan didapat pada tahun 2018," kata Anis. (Baca: Diminta Jokowi Sambung Lampung-Palembang, Dirut HK: Tergantung 4 Hal)

Tahun ini HK menargetkan bisa memperoleh kontrak baru hingga Rp 21,361 triliun . Sesuai dengan arahan pemerintah, HK telah menetapkan kebijakan hanya mengikuti dan memenangkan tender proyek-proyek dengan nilai di atas Rp 100 miliar.

Sepanjang semester I tahun ini HK telah mengantongi laba hingga Rp 605 miliar. Perolehan labanya melonjak 67,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp 361,9 miliar. Operasional jalan tol berkontribusi paling besar dalam perolehan laba perseroan, yakni mencapai 34,5%. Kontribusi dari segmen lainnya 27,65% dari pengembangan jalan tol, 13,59% dari anak perusahaan, 9,86% dari jasa konstruksi, dan dari lainnya sebanyak 14,45%.

Meski pertumbuhannya cukup tinggi, perolehan laba tersebut belum mencukupi setengah dari target laba perusahaan tahun ini. "Tahun 2018, target laba Hutama Karya sebesar Rp1,45 triliun," kata Anis. (Baca: Hutama Karya Minta PMN untuk Garap Trans Sumatera Tahun Depan)

Dari sisi pendapatan, Hk memperoleh Rp 9,68 triliun, atau naik 86,5% dari pendapatan pada semester I tahun lalu. Pengembangan jalan tol, berkontribusi 60,9% pada perolehan pendapatan. Sisanya jasa konstruksi sebesar 17,49%, anak perusahaan sebesar 16,16%, dan operasional jalan tol berkontribusi 5,45%.

Sama halnya dengan realisasi laba, capaian pendapatan pada paruh pertama tahun ini masih jauh dari target perusahaan sebesar Rp 25,7 triliun. Artinya dalam setengah tahun, pendapatan yang berhasil diperoleh HK baru mencapai 37,7% dari target.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha