Produksi Gas Pertamina EP Asset 4 Semester I-2018 Lampaui Target

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

Kamis 12/7/2018, 21.45 WIB

Selama enam bulan pertama tahun ini, produksi gas PT Pertamina EP Asset 4 mencapai 174,87 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Migas
Dok. Chevron

Produksi gas bumi PT Pertamina EP Aset 4 selama Semester I tahun 2018, berhasil melampaui target. Salah satu faktornya adalah berjalannya program kerja dengan baik.

Selama enam bulan pertama tahun ini, produksi gas PT Pertamina EP Asset 4 mencapai 174,87 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Pencapaian itu sama dengan  110,03% dari proyeksi perusahaan sepanjang 2018.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

General Manager Pertamina EP Asset 4 Agus Amperianto mengatakan kontribusi gas terbesar berasal dari Field Donggi Matindok di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Nilainya mencapai 95,13 MMSCFD.

Sebaliknya, produksi minyak PEP Asset 4 sepanjang periode Januari-Juni 2018 masih 97,96% dari target yakni 13.728 barel per hari. Penyumbang terbesar produksi minyak adalah Lapangan Sukowati, di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Lapangan Sukowati bisa mencapai 6.785 barel per hari atau 107,17% dari target. “Field Sukowati yang baru terbentuk dikelola secara penuh oleh PEP pada 20 Mei 2018, memberi kontribusi terbesar dari lima Field yang ada di bawah PEP Asset 4,” ujar Agus berdasarkan keterangan persnya, Kamis (12/7).

Produksi Sukowati sebelum terminasi 20 Mei tercatat 6.598 barel per hari. Sedangkan produksi setelah PEP mengambil alih pengelolaan dari JOB PPEJ (status 20 Mei 2018 sampai dengan akhir Juni 2018) sebesar 7.424 barel per hari.

Pada masa puncak produksinya,   produksi minyak dari lapangan Sukowati pernah mencapai lebih dari 40 ribu barel per hari. “Pascaterminasi, kami berhasil menghidupkan kembali sumur-sumur yang mati akibat permasalahan pada sumur-sumur di Sukowati” ujar Agus.

Pada semester II 2018,  PEP Asset 4 memproyeksikan produksi minyak sebesar 13.980 barel per hari dan gas 171 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Untuk mencapai target tersebut, berbagai langkah disiapkan oleh  PEP Asset 4, antara lain pengeboran  sumur serta reparasi sumur lainnya di Field Cepu.

Sementara untuk Field Poleng, menurut Agus, ada beberapa kegiatan di semester II 2018 yang disiapkan. Di antaranya menjaga kestabilan tekanan sumur serta pemasangan subsea pipeline untuk mengaktivasi sumur-sumur BW Platform.

Adapun untuk Field Donggi Matindok, PEP Asset 4 berencana membangun fasilitas pendukung di CPP Donggi dan memasang future facilities untuk penanganan kondensat berlebih oleh MGDP dan untuk mengoptimalkan CPP Matindok. “Field Donggi Matindok juga akan melakukan stimulasi terhadap dua sumur,” katanya.

Khusus untuk Field Papua, Agus menegaskan, pada semester II tahun 2018 ada usulan untuk pengiriman minyak mentah Salawati langsung ke Refinery Unit 7, Kasim. Hal tersebut akan mengurangi biaya sharing fasilitas, meminimalisir losses, serta mempercepat minyak menjadi revenue. Selain itu, di Field Papua juga mempunyai potensi sumur eksplorasi KUW-1 sebagai alternatif sumber gas untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Klamono atau dijual ke pihak luar.

Program Sukowati

Manager Lapangan Sukowati Heri Aminanto mengatakan untuk lapangan ini, manajemen telah menyetujui penambahan jumlah rig untuk melaksanakan program kerja yang telah disusun. Sehingga total menjadi tiga rig yang bekerja di Field Sukowati.

Harapannya adalah program kerja dapat dilaksanakan dengan lebih cepat dari target awal. “Field Sukowati juga tengah melakukan kajian subsurface untuk melakukan aplikasi teknologi baru menggunakan nitrogen pada sejumlah sumur yang diharapkan mendapatkan total tambahan produksi sekitar 450 barel per hari,” ujar Heri Aminanto.

Pertamina EP Asset 4 juga tengah mengkaji pemasangan kompresor gas untuk untuk menaikan tekanan gas injeksi. Diharapkan hasilnya mendapatkan total tambahan produksi sebesar 225 barel per  hari.

Program lainnya adalah mengaktifkan kembali sumur-sumur mati  di Field Sukowati dengan perkiraan 400 barel per hari. Pengerjaan ulang (work over) ada lima sumur dengan estimasi total 500 barel per hari serta stimulasi/pengasaman pada tujuh sumur dengan total perkiraan 350 barel per hari.

(Baca: Pengelolaan Lapangan Sukowati Resmi Beralih ke Pertamina EP)

Program paling strategis dari Field Sukowati adalah melakukan kajian di fasilitas produksi antara lain pemasangan Early Production Facility (EPF) di Sukowati PAD A & B untuk sumur natural flowing. Harapannya bisa mendapatkan 400 barel per hari dan menghemat tekanan reservoir sehingga memperpanjang usia sumur. Selain itu, Field Sukowati juga akan mengkaji EOR C02 Injeksi terkait adanya produksi C02 di Lapangan Jambaran-Tiung Biru.

 

Reporter: Anggita Rezki Amelia

Kuis Katadata

Dunia Anak-Anak

Uji pengetahuan Anda mengenai Hari Anak dan dapatkan kesempatan memenangkan hadiah menarik dari Zurich senilai Rp. 250.000