Songket Palembang Laris Manis Jelang Asian Games 2018

Penulis: Michael Reily

Editor: Ekarina

Senin 30/7/2018, 20.25 WIB

Saat ini terdapat sekitar seribu pengrajin songket di Sumatera Selatan dengan kemampuan produksi sekitar 3 ribu songket per bulan.

Kain Songket Palembang
Antara Foto / Feny Selly
Kain songket Palembang banyak diminati wisatawan. Dari seribu pengrajin songket di Palembang, produksi jenis kain khas ini hanya mencapai 3 ribu lembar per bulan.

Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin menyatakan pasokan songket Palembang khas Sumatera Selatan mulai menipis karena Asian Games 2018.  Songket tersebut umumnya sudah banyak dipesan untuk  cendera mata atau buah tangan wisatawan. 

Songket merupakan kain tenun yang motif dan warnanya dibuat dengan kerajinan tangan. “Tadi pagi saya tanyakan ke pengrajin songket stok sudah mulai menipis,” kata Alex di Jakarta, Senin (30/7).

Alex mengungkapkan ada sekitar seribu pengrajin songket  di Sumatera Selatan. Para pengrajin pun mampu membuat 1 songket dengan kualitas terbaik. Alhasil, hanya ada 3 ribu songket yang bisa diproduksi setiap bulannya, sehingga ada 12 ribu songket selama setahun.

Dia menjelaskan banyak wisatawan mancanegara yang tertarik untuk membeli songket. Harganya pun bervariasi hingga mencapai puluhan juta rupiah. “Bahkan ada satu songket tak ternilai harganya untuk jadi pameran sehingga masyarakat hanya bisa melihat,” ujar Alex. (Baca : Menpar : Asian Games Berpotensi Sumbang Devisa Rp 3 Triliun)

Selain itu, untuk peningkatan penjualan produk kebudayaan lokal daerah, Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) bakal melakukan Guyub Festival yang akan bersinergi dengan Asian Games 2018. Terdapat 34 provinsi di Indonesia, 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan, 80 komunitas di Sumatera Selatan untuk ikut perhelatan tersebut.

Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah menjelaskan selain program  Hari Belanja Diskon Indonesia 2018 di Jakarta dan Palembang yang digelar pada 8 Agustus 2018 hingga 2 September 2018,  program  Happy Birth Day Indonesia 2018 diharapkan bisa mendukung  kegiatan pariwisata.

“Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam ekonomi kerakyatan,” kata Budihardjo.

(Baca : Peretail Incar Omzet Rp 120 Triliun dari Program Hari Belanja)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha