Jokowi dan Sekjen Parpol Bahas Strategi Pilpres Hingga Nawa Cita

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Yuliawati

Rabu 1/8/2018, 00.27 WIB

"Ada arahan-arahan khusus dari Bapak Jokowi yang mohon maaf tidak dapat kami sampaikan kepada publik," kata Hasto.

Pertemuan Sekjen Parpol Koalisi dengan Presiden Jokowi
(Agus Suparto/Istana Negara)
Pertemuan Sekjen Parpol Koalisi dengan Presiden Jokowi, Selasa (31/7/2018) di Istana Bogor.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pertemuan dengan sembilan Sekretaris Jenderal partai politik pengusungnya menyampaikan empat poin terkait kepentingan menghadapi pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menjelaskan empat poin tersebut, yakni: pertama, formulasi tata pemerintahan yang lebih baik yang melibatkan rakyat. Kedua, menyiapkan langkah-langkah strategis partai pengusung menyangkut penjabaran dari Nawa Cita jilid dua.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

"Sudah ada tim khusus yang menggodok itu dan nanti juga akan dimatangkan bersama dengan seluruh partai politik pendukung beliau sehingga betul-betul terjadi sinergi dalam hal visi misi dengan Bapak Presiden," kata Hasto, usai santap malam bersama Presiden di restoran Grand Garden, Bogor, Selasa (31/7) malam.

(Baca juga: Jokowi Menjamu Sembilan Sekjen Parpol di Restoran Kebun Raya Bogor)

Ketiga, arahan agar tim kampanye kompak menyambut Pilpres dan pemilihan legislatif. "Keempat, ada arahan-arahan khusus dari Bapak Jokowi yang mohon maaf tidak dapat kami sampaikan kepada publik," kata Hasto.

Lebih lanjut Hasto mengatakan, setelah pertemuan ini, akan ada pertemuan lebih lanjut yang akan dibahas secara teknis oleh para sekjen.

Selain Hasto, delapan lainnya adalah Sekjen Golkar Lodewijk Paulus, Sekjen Partai Persatuan Pembangunan Arsul Sani, serta Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Kadir Karding.

Lalu ada pula Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq, Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Anthoni, Sekjen Partai Nasdem Johnny Plate, Sekjen Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Verry Surya Hendrawan, serta Sekjen Partai Hanura Herry Lontung.

Hasto menambahkan, dengan dukungan sembilan parpol, potensi Jokowi akan berbeda dengan tahun 2014 lalu. Alasannya, paling tidak parpol tersebut memiliki 62% kursi di Dewan Perwakilan Rakyat, lalu ada pula kekuatan media, hingga 21 ribu calon legislatif dari kesembilan partai.

"Sehingga kekuatan akan efektif," ujarnya. (Baca juga: Jokowi Makan Malam dengan Semua Ketum Parpol Koalisi di Bogor)

Berbeda dengan pertemuan Jokowi dengan para ketua parpol, Hasto menyatakan pembicaraan malam ini tak menyinggung soal calon Wakil Presiden Jokowi. "Itu level pak Jokowi dengan Ketum kami," kata dia.

Sedangkan Sekjen Partai Persatuan Pembangunan Arsul Sani mengatakan dalam pertemuan tersebut para Sekjen diminta memberikan kritikan dan masukan dalam segala bidang kepada Jokowi. Hasil masukan ini lah yang disebutnya akan masuk dalam Nawa Cita kedua.

"Misalnya PPP menyampaikan tadi perlunya penegakkan hukum secara serius tapi tetap memperhatikan aspek keadilannya," kata Arsul.

Sedangkan Abdul Kadir Karding menyampaikan arahan Jokowi lainnya adalah agar koalisi mengembangkan suasan politik dan kampanye yang damai dan sejuk. Jokowi juga menginginkan ada suasana kegembiraan yang menyelimuti Pilpres nanti.

"Agar riang dan gembira serta sejuk, sesejuk Istana Bogor," kata dia.

Reporter: Ameidyo Daud