Bangun 10 Gerai Baru, Ace Hardware Habiskan Rp 60 Miliar di Semester I

Penulis: Ekarina

Kamis 2/8/2018, 13.20 WIB

Ace Hardware menargetkan membuka 15 unit gerai baru di 2018 dengan total investasi belanja modal yang disiapkan tahun ini hingga Rp 300 miliar.

Ace Hardware
Ace Hardware
Ace Hardware

PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES), emiten perusahaan perlengkapan rumah tangga telah merealisasikan belanja modal Rp 60 miliar hingga semester I 2018. Menurut manajemen perseroan, dana tersebut digunakan untuk membangun 10 unit gerai baru di Pulau Jawa dan Kalimantan.

"Hingga semester I 2018 kami sudah menambah sekitar 10 unit gerai baru sejalan dengan target yang direncakan tahun ini sebanyak 15 unit gerai. Di bulan ini, kami juga akan ada pembukaan gerai baru," kata Corporate Secretary Ace Hardware Helen Tanzil kepada Katadata.

Sebanyak 10 gerai baru yang telah dibuka tersebut antara lain berlokasi di Bandung, Tangerang, Surabaya, Karawang, Pekanbaru, Jakarta, Malang dan Samarinda. Adapun pada 3 Agustus besok, perseroan juga berencana membuka gerai ke-11 di tahun ini. Gerai yang berlokasi di Cirebon ini akan menempati luas area sekitar 1.950 meter persegi.

(Baca : Ace Hardware Raup Untung Rp 426 Miliar di Semester I 2018)

Dengan demikian, hingga saat ini perseroan akan memiliki 158 unit gerai di seluruh Indonesia.

Ekspansi gerai baru menjadi salah satu strategi perusahaan dalam menggenjot pendapatan. Mengutip laporan keungan perusahaan, sepanjang semester I 2018 Ace Hardware membukukan pendapatan Rp 3,33 triliun, tumbuh 21,9% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,73 triliun. Sedangkan di sisi laba, perseroan diketahui mencatat laba bersih Rp 426 miliar, naik 29,8% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 328 miliar seiring dengan turunnya komponen beban.

Helen juga mengatakan pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semester I lalu belum memberi tekanan signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Sehingga perseroan mengklaim tidak melakukan penyesuaian harga terhadap beberapa produknya yang dijual untuk mengkompensasi kenaikan biaya.

Mengenai kinerja keuangan tersebut, Analis Mirae Asset Sekuritas Christine Natasya dalam risetnya mengatakan realisasi laba bersih perseroan berada di atas estimasi konsensus, yang mana angka itu mencakup sekitar 48% dari total proyeksi selama setahun.

(Baca juga : Siasat Ace Hardware Memacu Keuntungan di 2018)

Sementara itu, seiring dengan realisasi penjualan yang kuat, tingkat pertumbuhan penjualan toko yang sama (same store sales growth/SSSG) perseroan juga meningkat menjadi 13,4% pada paruh pertama 2018 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu 10,5%.

Di sisi lain, Christine menyebut margin kotor perseroan relatif stabil 48% dibanding semester I 2017 di level 47,8%.

"Meskipun rupiah terdepresiasi sepanjang kuartal II 2018, namun menurut kami margin itu didukung oleh fakta bahwa ACES menerapkan skema cost plus margin, sehingga membawa efek lagging setiap rupiah yang terdepresiasi," ujar dia dalam risetnya.

Sementara itu, ekspansi Ace Hardware dengan format yang lebih kecil atau Ace Express  juga dinilai mampu mendukung penguatan penjualan terutama untuk menjangkau konsumen kelas menengah."Kami cukup optimistis pada produktivitas gerai baru ACES, meskipun perusahaan tampak sangat agresif membuka gerai dalam dua tahun terakhir," ujarnya.

Di tengah upaya Ace Hardware ekspansi gerai, peretail lain justru berencana menahan ekspansi karena akan mulai fokus pada skema digitalisasi gerai. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menyatakan akan mengurangi ekspansi gerai barunya tahun ini dan akan mulai fokus pada gerai baru berkonsep digital.

Jika sebelumnya Alfamart bisa membuka hingga 1.200 gerai baru per tahun, maka pada 2018 perseroan hanya menargetkan pembukaan 800 gerai baru.

(Baca juga : Pengusaha Retail Targetkan Raih 45% Omzet Saat Lebaran)

"Pengembangan offline store saat ini, selain persaingannya semakin ketat, ada masalah regulasi," kata Direktur Property & Small-Micro Business Development AMRT Hans Harischandra Tanuraharjo di Kresna Tower, Jakarta, Selasa (27/2).

Hans mengungkapkan, fokus perusahaan tahun ini adalah untuk digitalisasi pada gerai yang sudah ada. "Ada Alfa Mikro Application (AMA) dan Alfamart digital extension lainnya kami dorong," ujarnya. AMA merupakan fitur yang memungkinkan Outlet Binaan Alfamart (OBA) memesan barang melalui ponsel pintar.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha