Gerindra Siap Bahas Pembagian Kekuasaan untuk Cegah PAN Hengkang

Dimas Jarot Bayu
8 Agustus 2018, 11:05
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan
ANTARA FOTO/ Reno Esnir
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (tengah) didampingi Sekretaris Jenderal Eddy Suparno (kanan) di Jakarta, Kamis (12/4/2018).

Partai Gerindra optimistis Partai Amanat Nasional (PAN) akan tetap berada di barisan pendukung Prabowo Subianto dan tidak akan mengalihkan dukungannya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2019. Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra Ahmad Riza Patria menyatakan partainya siap membahas pembagian kekuasaan untuk mencegah PAN hengkang.

Riza mengatakan PAN akan mendapat jatah pembagian kekuasaan jika bergabung dalam koalisi pendukung Prabowo. Menurut Riza, pembagian kekuasaan perlu dibahas mengingat jika Prabowo terpilih maka Gerindra tak bisa bekerja sendirian.

"Semua harus dibagi, harus proporsional, merata, sesuai kemampuan dan kompetensinya. Itu pasti," kata Riza saat dihubungi Katadata.co.id, Selasa (7/8). 
(Baca juga: Koalisi Pendukung Jokowi Bakal Bertambah, PAN Akan Bergabung?)

Koalisi partai pengusung Prabowo ini mengalami goncangan karena belum ada titik temu calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo. Bahkan beredar kabar PAN akan hengkang dari Prabowo dan beralih ke Jokowi.

Dalam pencalonan cawapres, PAN berharap Prabowo memilih Ketua Umum Zulkifli Hasan atau Ustaz Abdul Somad. Gerindra telah mengerucutkan dua nama sebagai cawapres Prabowo, namun tak ada nama Zulkifli Hasan. Sementara Abdul Somad yang mendapat rekomendasi forum ijtimak ulama, menolak maju sebagai cawapres.

(Baca juga: PAN Inginkan Abdul Somad Jadi Cawapres, Namun Tolak Paksaan PA 212)

Di tempat terpisah, Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno menyebut skenario pembagian kekuasaan perlu dibahas jika Prabowo tak memilih cawapres dari usulan partai koalisi. Nantinya, partai-partai yang tak mendapat jatah cawapres mungkin saja mendapatkan posisi lain, seperti menteri dalam kabinet.

"Partainya itu mungkin mendapatkan alokasi di posisi di kabinet yang lebih kecil," kata Eddy, beberapa waktu lalu.

Di sisi lain, PAN tak memungkiri sedang bernegosiasi dengan kubu Jokowi. Zulkifli Hasan bahkan menemui Jokowi diam-diam di Istana Kepresidenanan, Selasa (7/8) sore.

(Baca juga: Jelang Pendaftaran Pilpres, PAN Masih Penjajakan ke Kubu Jokowi

Wakil Sekretaris Jenderal PAN Saleh Partaonan Daulay mengakui pihaknya masih membuka peluang berkoalisi mendukung calon presiden petahana. Saleh pun mengakui jika PAN masih berkomunikasi dengan PDIP terkait arah koalisi, dalam rangka penjajakan. "Koalisi belum terbangun, arahnya masih bisa ke sana dan kemari," kata Saleh ketika dihubungi Katadata.co.id.

Sementara itu Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa partai koalisi pendukung Presiden Joko Widodo akan bertambah satu dari jumlah saat ini sembilan partai.

"Insya Allah kata teman-teman sekretaris jenderal (partai koalisi) bisa jadi sepuluh," kata Hasto di KPU, Jakarta, Selasa (7/8).

Sekretaris Jenderal PKB Abdul Kadir Karding memberi sinyal partai yang dimaksud Hasto yakni PAN. "Misalnya teman-teman PAN itu kami sangat terbuka," kata Karding.

(Baca juga: Kerucutkan Dua Cawapres, Gerindra Harap Koalisi PAN dan PKS Solid)

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...