Pertamina Tukar Pasokan Gas Blok A untuk PLN

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Muchamad Nafi

9/8/2018, 22.37 WIB

Pertamina dan PLN masih berdiskusi terkait aspek komersial gas tersebut menyangkut biaya-biaya yang timbul.

Ambil Alih Lapangan Migas Blok Mahakam
Arief Kamaludin|KATADATA
Suasana North Processing Unit (NPU) wilayah kerja Blok Mahakam di Kutai Kartanegara, Minggu (31/12). Berdasarkan data SKK Migas, per November 2017, WK Mahakam berproduksi minyak dan kondensat sebesar 52 ribu barel minyak per hari dan 1.360 juta kaki kubik gas bumi per hari.

Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) mengatakan PT Pertamina melakukan tukar pasokan atau swap gas dari Blok A di Aceh untuk PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Padahal, sebelumnya Pertamina akan memasok gas dari blok tersebut untuk kebutuhan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPMA Azhari Idris mengatakan tukar pasokan itu didasarkan alasan teknis. Posisi sumur gas Medco hanya bisa mengalirkan gas dari Blok A melalui pipa Arun-Belawan. Alhasil tidak bisa dikirim langsung menuju PT PIM karena dapat melawan arus pipa.

(Baca juga: Harga Turun Jadi US$ 7,08 per MMBTU, Gas Blok A Mengalir Agustus)

Untuk itulah Pertamina menukar pasokan gas Medco untuk dialirkan ke pembangkit listrik PLN di Belawan. Sebaliknya, PIM mendapatkan pasokan gas yang sebelumnya dialokasikan Pertamina ke PLN dari hasil regasifikasi di Arun.

“Posisi gas Medco di tengah-tengah arah timur pipa Arun Belawan. Sementara Gas Regas yg selama ini untuk PLN diserahkan ke PIM, dan swap gas Medco ke PLN sebagai pengganti,” kata Azhari kepada Katadata.co.id, Kamis (9/8).

Alhasil, saat ini Pertamina dan PLN masih berdiskusi terkait aspek komersial gas tersebut. Misalnya, hal ini menyangkut biaya-biaya yang timbul setelah PLN menerima gas dari Medco. “Mereka sedang pelajari detailnya,” ujar dia. Volume gas yang akan dipasok Pertamina ke PLN mencapai 55 juta kaki kubik per hari (mmscfd).

Azhari berharap proses diskusi komersial Pertamina dan PLN bisa segera tercapai. Dengan demikian, gas Blok A bisa segera mengalir. Apalagi target produksi gas Blok A bulan ini bisa meningkat sejak beroperasi 25 Maret lalu.

(Baca pula: Fasilitas Resmi Beroperasi, Produksi Blok A Terus Dipacu)

Meski ditukar, harga gas untuk PIM tidak bererubah. Harga gas yang dibeli Pertamina dari Medco dalam Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) Blok A sebesar US$ 7,03 per mmbtu. Harga ini turun dari semula mencapai US$ 9,45 per mmbtu. Alhasil, karena penurunan harga ini,  pertamina pun menurunkan harga jual ke PIM menjadi US$ 7,08 per mmbtu dari sebelumnya sebesar US$ 9,70 per mmbtu. 

Pertamina memang membeli gas Blok A dari PT Medco E&P Malaka. Penandantangan Jual Beli Gas antara Pertamina dan anak usaha PT Medco Energi Internasional ini berlangsung Januari 2015. Dalam kesepakatan itu, Medco akan memasok gas dengan volume 198 Triliun BTU selama 13 tahun atau 58 miliar British thermal unit (BBTU) per hari.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN