Uji Coba Replanting Lahan Karet Akan Didanai dari Skema Jual Kayu

Penulis: Michael Reily

Editor: Ekarina

Selasa 21/8/2018, 20.14 WIB

Harga jual kayu dari pohon karet disebut relatif tinggi sehingga diperkirakan cukup untuk membiayai percobaan replanting.

Karet
Karet
Karet

Pemerintah dan pelaku usaha tengah menggodok proyek percobaan peremajaan pohon (replanting) karet seluas 1.000 hektare di Paya Pinang dan Mandailing, Sumatera Utara. Kegiatan replanting tersebut rencananya akan didanai dari hasil penjualan kayu dari pohon karet yang ditebang.

Direktur Tanaman Semusim dan Rempah, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Agus Wahyudi menyatakan inisiasi proyek percobaan akan dilakukan secepatnya setelah pembahasan selesai.

“Kami masih menggodok secara detail bagaimana kontrak serta teknisnya,” kata Agus di Jakarta, Selasa (21/8).

(Baca : Pemerintah Evaluasi Efektivitas Pembatasan Ekspor Karet)

Agus menggambarkan, untuk setiap 1 hektare lahan karet rata-rata bisa ditanami sekitar 450 hingga 500 batang pohon dengan diameter batang pohon bisa mencapai 25 sentimeter dengan tinggi rata-rata 4 meter.

Sementara harga jual kayu dari pohon karet juga menurutnya relatif tinggi. Harga pasaran kayu karet bisa bernilai hingga Rp 14 juta per meter kubik, mengacu pada situs jual beli Alibaba.

Dengan begitu, hasil penjualan kayu dari pohon karet menurutnya akan cukup untuk mendanai keperluan replanting,  yang mana per hektarnya bisa menelan biaya antara Rp 12 juta sampai Rp 18 juta. “Kayu karet punya kualitas dan mutu yang tinggi,” ujar Agus.

Untuk membantu proses penjualan, pemerintah akan membantu mencarikan industri yang siap melakukan kontrak pembelian kayu karet. Pembahasan kontrak  pembelian kayu antara pembeli dan pemilik perkebunan karet masih  dilakukan secara business-to-business.

Ketua Umum Dewan Karet Indonesia (Dekarindo) Azis Pane menuturkan, lahan perkebunan karet di Indonesia saat ini sebagian besar sudah berusia tua. Secara total, ada 3,8 juta hektare, perkebunan rakyat 3,1 juta hektare, sisanya milik swasta.

(Baca juga: Pembatasan Ekspor Belum Berdampak Signifikan ke Harga Karet Dunia).

Terkait pembelian kayu pohon karet, menurutnya  sudah ada 2 perusahaan yang bergerak di industri furnitur yang berminat. “Banyak sekali manfaatnya pohon itu karena strukturnya tidak terlalu keras,” kata Azis.

Dengan begitu, skema tersebut bisa menutup biaya replanting dan pembelian bibit. 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha