Akuisisi Tambang Batu Bara, Semen Baturaja Siapkan Rp 300 Miliar

Penulis: Hari Widowati

Senin 27/8/2018, 18.03 WIB

Aksi korporasi ini dilakukan untuk menghemat 50% biaya energi di masa depan mengingat harga komoditas batu bara yang fluktuatif.

semen
KATADATA
semen

PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) menyiapkan dana Rp 300 miliar untuk mengakuisisi tambang batu bara. Aksi korporasi ini dilakukan untuk menghemat 50% biaya energi di masa depan mengingat harga komoditas batu bara yang fluktuatif.

Direktur Utama Semen Baturaja Rahmad Pribadi mengatakan, perseroan membidik dua tambang batu bara yang lokasinya dekat dengan tambang batu kapur milik perseroan di Baturaja, Sumatera Selatan. Akuisisi ini dinilai strategis karena di masa mendatang perseroan akan mampu memenuhi 70-80% dari kebutuhan batu bara dari tambangnya sendiri.

Rahmad menyebutkan, rata-rata harga batu bara acuan (HBA) sepanjang tahun lalu sekitar US$ 85 per ton sedangkan tahun ini sudah berada di atas US$ 100 per ton. Padahal, porsi biaya energi mencapai 40% dari total biaya penjualan (cost of goods sold). Adapun biaya pembelian batu bara mencapai 30% dari total biaya penjualan.

Semen Baturaja menargetkan akuisisi tambang batu bara tersebut tuntas pada akhir 2018. Pasokan batu bara dari tambang tersebut akan mulai signifikan pada 2019. "Tahun depan, 50% dari kebutuhan batu bara dipenuhi dari tambang sendiri. Kami tetap menggunakan pasokan batu bara dari PT Bukit Asam Tbk (PTBA) karena tambang batu bara kami baru dibuka, kapasitasnya tidak bisa langsung besar," kata Rahmad dalam Investor Summit 2018, di Bursa Efek Indonesia, Senin (27/8).

(Baca: Produksi Semen Dalam Negeri Kelebihan 30 Juta Ton)

Saat ini Semen Baturaja memiliki kontrak pembelian batu bara kepada Bukit Asam selama 3 tahun. Harga kontrak ditinjau ulang setiap tiga bulan dengan mengacu pada harga di pasar. Perseroan menegaskan, akuisisi tambang batu bara akan menggunakan pendanaan dari kas internal. "Kami tidak akan menambah utang baru," ujar Rahmad.

Belanja Modal

Sepanjang tahun ini, Semen Baturaja mengalokasikan belanja modal untuk penambahan aset rutin sebesar Rp 38,8 miliar dan investasi serta pengembangan sebesar Rp 103,3 miliar. Selain akuisisi tambang batu bara, perseroan akan menuntaskan pembangunan pabrik palletizer senilai Rp 7 miliar, dan menyuntik modal anak usaha Rp 30 miliar. Perseroan tengah membangun cement mill dan packing plant di Jambi dengan total investasi Rp 250 miliar yang akan diselesaikan pada Maret 2020.

Pada semester I 2018, perseroan membukukan volume penjualan semen sebanyak 868.530 ton atau senilai Rp 783,52 miliar, meningkat 28,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Namun, laba bersih produsen semen pelat merah ini merosot 60,2% menjadi Rp 24,09 miliar karena peningkatan beban keuangan. 

(Baca: Produsen Semen Bersikeras Minta Moratorium Pabrik Baru)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha