Diterpa Isu Golkar Pecah, Airlangga Jamin Solid Dukung Jokowi-Ma'ruf

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Yuliawati

Senin 27/8/2018, 20.20 WIB

Airlangga mengatakan, kader-kader yang menyampaikan isu perpecahan tak berada dalam struktur pengurus DPP.

Munaslub Golkar 2017
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak
Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar di Jakarta, Senin (18/12/2017).

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menjamin jajaran Dewan Pengurus Pusat (DPP) Golkar tetap solid mendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019. Airlangga membantah partai berlambang beringin itu mengalami perpecahan akibat gagalnya Airlangga menjadi calon wakil presiden pendamping Jokowi.

"Kami sudah sampaikan DPP itu sepenuhnya solid," kata Airlangga di kantornya, Jakarta, Senin (27/8).

(Baca juga: Sepekan Daftar Pilpres, Prabowo-Sandi Lobi Maraton ke Golkar dan NU)

Airlangga mengatakan Golkar telah sejak awal mengusung Jokowi, sebelum partai lain menyatakan dukungannya. Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Golkar pun dinilainya sudah siap bekerja mendukung Jokowi-Ma'ruf.

"Jadi itu bukan menjadi pertanyaan lagi," kata Airlangga.

Airlangga mengatakan, kader-kader yang menyampaikan isu perpecahan tak berada dalam struktur pengurus DPP. Salah satu politisi Golkar yang sempat menyebutkan isu perpecahan tersebut, yakni Fadel Muhammad.

Menurut Airlangga, Fadel saat ini telah mencalonkan diri sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Alhasil, Fadel tak berhak lagi bicara atas kepentingan Golkar.

"Kader yang katakanlah sudah pindah ke DPD, tentu kalau pindah DPD sudah tidak berhak lagi mengatasnamakan Partai Golkar," kata Airlangga.

(Baca juga: Tinggalkan Golkar, Titiek Soeharto Pilih Jadi Oposisi Jokowi)

Pada pekan lalu, Fadel sempat menyebut Golkar tak solid mendukung Jokowi-Ma'ruf dalam Pilpres 2019. Bahkan, partai berlambang beringin tersebut berpotensi pecah.

Penyebabnya Jokowi lebih memilih Ma'ruf sebagai cawapresnya ketimbang Airlangga. Padahal, sejak awal Golkar telah menyorongkan nama Airlangga.

Golkar pun, lanjut Fadel, sudah mati-matian membela pemerintahan Jokowi di parlemen. "Jadi kami bilang sama Jokowi, ya sudahlah kalau mau ambil Ma'ruf silakan, tapi Golkar sekarang jadi pecah," kata Fadel.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha